~ Me And My Vampire Family~ Part 4^^

 

Hana POV

Dua minggu lagi adalah hari ulang tahun ku, itu artinya waktu untuk aku dan keluargaku bertempur melawan Kim Heechul itu tinggal sebentar lagi. Sudah selama seminggu ini aku terus mendapatkan bayangan tentang sekelompok orang yang sedang mengincar Taemin. Aku mengusulkan agar Taemin di bawa tinggal di rumah ini saja, aku tidak mau membuat Dongsaengku terluka.

Sayangnya aku sama sekali tidak mendapatkan izin sama sekali dari appa dan juga oemma. Mereka bilang itu akan lebih berbahaya, itu sama saja dengan aku membawa Taemin ke dalam masalah ini. Lagi pula kata oemma mungkin bayangan itu bermaksud sebaliknya. Aku mencoba berfikir positif seperti yang kedua orang tuaku katakan. Dan sayang nya ketakutan itu tidak pernah berakhir dan makin menjadi. Tepat 2 hari yang lalu aku mendapat telpon dari adikku itu jika ia di ikuti seorang pria misterius. Hari ini rencananya aku akan membuntuti adikku itu, hari ini aku memintanya untuk tetap menjalani kegiatannya seperti biasa, bertingkah seolah olah ia belum menyadari kehadiran orang itu sama sekali

“Hana-ya? Mau kemana?” tanya Hyukie oppa ketika aku sudah siap dengan belati kecil yang aku sembunyikan di pinggangku

“membuntuti seseorang, aku yakin sekali mereka akan memanfaatkan Taemin untuk menangkapku dan memisahkanku dari Kyuhyun. Tapi aku tidak sebodoh itu tertipu akal muslihat mereka. Aku akan mengikuti Taemin dan mencari tahu siapa orang itu dan membuktikan apakah dugaanku itu benar atau tidak. Dan tenang saja, aku sudah meminta Kyuhyun untuk menjagaku”

“baiklah, hati hati. Ini kali pertamamu menghadapi mereka sendirian. Dan aku rasa semua latihanmu beberapa minggu terakhir ini sudah bisa di bilang cukup. Apalagi Kyu juga ikut bersamamu. Tapi untuk berjaga jaga, jangan membatasi fikiranmu dengan Donghae, biarkan kami tahu apa yang terjadi” kata Hyukjae oppa. Aku mengangguk kemudian pamit dan mengendarai mobilku ke tempat Taemin.

~~~~~~~~~~~

Aku membuka pintu yang ada di depanku ini dengan password yang sudah aku hafal di luar kepala, aku dan Kyu masuk kemudian melepas sepatu kami dengan sandal rumah

“noona? Hyung? Kalian sudah datang?”tanyanya sambil memakan cerealnya. Ia duduk di ruang TV sambil menonton acara TV favoritnya. Anak ini tidak akan pernah mau makan di meja makan jika ia makan sendirian. Ia memilih makan di ruang TV jika ia sendiri, karena katanya dengan begitu ia tidak akan merasa kesepian.

“cereal lagi Taeminie? Noona sudah bilang biasakan makan nasi di pagi hari supaya perut mu tidak sakit nantinya” kataku sembari duduk di sebelahnya, Kyuhyun memilih berdiri sambil memeriksa keadaan di luar.

“ne noona, lagi pula siapa yang akan memasak? Kau tahu kemampuan memasakku di bawah rata rata” katanya santai

“aku sudah menyuruhmu untuk menyewa pengurus rumah, tapi kau menolaknya. Ingat?” kataku sambil menjewer telinganya itu

“aku tidak punya uang untuk membayarnya noona” balasnya lagi tidak mau kalah

“aku yang membayarnya Taeminie, bukankah dari dulu aku bilang seperti itu padamu? Sudahlah jangan membantah lagi! Habiskan sarapanmu setelah itu mandi! Kau mau terlambat hari ini?” kataku lagi. Ia memanyunkan bibirnya protes. Aku hanya tersenyum kemudian mengacak rambutnya pelan

“Hana-ya, kemari. Perhatikan orang itu” kata Kyuhyun sambil membuka tirai jendela sedikit. Aku menurut kemudian mendekat kearahnya dan melihat kearah yang di tunjuknya. Aku melihat seorang wanita yang sebaya dengan Taemin sedang menatap kea rah apartemen ini dengan matanya yang tajam

“aku pernah melihatnya sebelumnya, dia anak baru di Fakultas yang sama dengan Taemin. Dan menurutku dia bukan manusia Kyu, perhatikan saja kulitnya itu” kataku pelan

“kau benar, dia bukan manusia. Ya! Bocah!” seru Kyuhyun memanggil adikku itu keluar. Aku memutar bola mataku jengah ketika mendengar cara ia memanggil anak itu

“bocah? Dia punya nama Tuan Cho” kataku datar

“tapi dia memang masih bocah Nyonya Cho! Dan kau! Jangan terlalu membelanya” katanya sambil mendorong dahiku dengan telunjuknya

“Mwo? Aish! Ok baiklah Harabojie, dia masih bocah, aku juga masih bocah dan satu satunya orang yang ‘tua’ disini hanya dirimu” kataku sambil menekankan kata ‘tua’

“ye hyung?” jawab Taemin mengalihkan pertengkaran kami yang semakin tidak jelas

“kau kenal yeoja itu?”tanyanya pada Taemin

“ne, dia murid baru di kelasku. Orangnya sangat aneh dan sangat pendiam” jelas namja itu polos

“jauhi dia, dia itu vampire yang otaknya sudah di cuci oleh vampire jahat dan dia menggunakan dirimu untuk memancing kami” jelas Kyu. Taemin mengangguk faham dengan penjelasan kami.

“namun bukan dia yang mengikutiku selama ini. Aku yakin orang itu pria, karena aku sempat memergokinya”

“baiklah, kita lihat saja nanti, semoga ini berakhir secepatnya. Atau jika tidak kau terpaksa harus tinggal bersamaku Taemin-ah” putusku

~~~~~~~~~~~

Aku menyuruh Taemin berjalan terlebih dahulu, setelah memastikan dia lumayan jauh aku mengikutinya bersama Kyuhyun. Aku selalu membuka fikiranku agar Donghae oppa tetap bisa memantau kami setiap saat. Aku memang curiga jika ini semua adalah rencana Kim Heechul, tapi aku tidak mengerti kenapa dia menggunakan vampire kelas rendah seperti gadis yang sedang kami buntuti saat ini.

“berhati hatilah ada yang sedang mengikuti kita sekarang” aku mengalihkan pandanganku pada Kyuhyun yang tiba tiba berbisik di fikiranku. Aku mengangguk tetap memfokuskan pandanganku pada mobil Taemin yang berjalan menuju kampus

”oppa! Cepat susul kami ke kampus. Ada yang sedang mengikuti kami” aku berusaha berkomunikasi dengan oppaku

”aku dan Hyukjae sedang menuju ke sana. Diera sudah ada di depan gerbang menunggu Taemin kita jebak mereka di sana” kata Donghae oppa

“ini bukan aura Jonghyun ini sangat berbeda, tapi aku rasa aura ini juga tidak kalah kuatnya dari aura namja itu. berhati hatilah” bisik Kyuhyun lagi. Kami sudah sampai di gerbang kampus Taemin sedang memarkirkan mobilnya, setelah itu dia tampak memasuki koridor kampus. Aku mengirim pesan padanya untuk berjalan menuju aula kosong yang terletak di gedung paling belakang kampus ini. Aku juga menyelimuti Kyuhyun dan Diera yang sudah bergabung denganku dengan perisai pelindung milikku agar aura kami tidak begitu terasa oleh mereka

Kami sampai di gedung itu, persis ketika Taemin masuk gadis itu dan juga beberapa orang namja tampak mengelilingi namja itu. aku melepaskan perisaiku dan berjalan kearah vampire yang sedang mengelilingi adikku itu

“selamat datang Lee Hana, akhirnya kau masuk juga kedalam jebakan ku” kata salah satu namja itu sambil tertawa mengerikan. Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan namja itu

“kau tahu Tuan? Aku tidak sebodoh yang kau fikirkan” kataku bertepatan dengan itu Donghae oppa dan juga Hyukjae oppa datang dan mengepung 3 orang namja itu. Mereka menyeringai kemudian menyerang kami berempat. Aku meminta Diera untuk pergi menyembunyikan Taemin.

Aku rasa mereka ini memang bukan hanya vampire biasa. Di lihat dari tingkat kecepatan mereka dan juga kekuatan mereka. Kyuhyun dan kedua oppaku tampak serius menghadapi namja namja itu. sedangkan aku fokus pada gadis yang ada di depanku ini

‘jangan lukai dia Noona!’ kata Taemin berbisik. Aku terkesiap ketika mendengar teriakan adikku itu di telingaku.

“ingin membunuhku?” tanyanya kemudian menampakkan gigi taringnya di hadapanku

“aku tidak akan membunuhmu. Adikku tidak mengizinkan aku untuk membunuhmu” kataku kemudian mengangkat tanganku dan menggerakkannya perlahan. Dari dinding dinding kayu yang berlumut itu tumbuh akar akar panjang yang bergerak sesuai keinginanku. Akar akar itu membelit tubuh gadis yang di hadapanku ini. Aku menjentikkan jariku hingga dari akar itu tumbuh bunga beracun yang bisa membuat pingsan seseorang bahkan walaupun ia vampire sekalipun. Bunga bunga itu merasuk ke dalam tubuh gadis itu melalui lubang telinga dan mulutnya. Perlahan tapi pasti yeoja itu kehilangan kesadaran dan akhirnya pingsan. Aku mengalihkan pandanganku kearah oppa dan namja ku yang telah berhenti bertarung.

“kemana vampire itu?”tanyaku pada mereka

“mereka lari” jawab Kyu singkat

“bagaimana bisa kau melakukan hal itu?” seru Hyukjae oppa sedikit tidak percaya. Aku tersenyum kemudian mengangkat bahuku santai

”aku perämies sekaligus penyempurna ingat?” kataku santai. Mereka mengangguk angguk tanda mengerti.

“lebih baik sekarang kita bawa gadis ini dan juga Taemin kerumah. Biar aku yang mengurus gadis ini. Kau dan Kyu pulanglah bersama Taemin” kata Hyukjae oppa. Kami mengangguk dan akhirnya berjalan menuju pasrkiran

“noona, apa dia tidak apa apa?”tanya taemin ketika kami bertiga sedang berada di mobil. Kyu memutuskan untuk menyetir sedangkan taemin duduk di sebelahnya. Aku duduk di bangku belakang. Aku tersenyum kemudian mengangguk.

“ne dia tidak apa apa. Hanya tidak sadarkan diri. Dia bukan Vampire murni sepertiku dan juga keluargaku. Dia menjadi vampire karena di suntikkan secara paksa racun vampire sehingga di ikut bertransformasi seperti saat ini”

“dan menurutku dia masih baru menjadi vampire dan aku rasa itu baru beberapa minggu ini” kata Kyu menyambung omonganku. Taemin terdiam begitu juga dengan kami semua. Tidak ada yang berbicara hingga akhirnya kami bertiga sampai di rumah. Kami segera turun dan langsung masuk. Oemma menatapku dengan tatapan khawatirnya. Aku hanya tersenyum kemudian mencium pipi oemmaku itu lembut

“gwenchana oemma” kataku pelan, ia mengangguk kemudian aku berjalan menghampiri kedua oppaku yang berada di ruangan khusus, bisa di sebut ruang isolasi mungkin? Yang jelas tempat itu hanya ada satu buah meja dan kursi serta satu tempat tidur. Dinding dari kaca yang sengaja di buat khusus guna memantau gerak gerik orang yang ada di ruangan ini. Aku meminta Hyukjae oppa dan Donghae oppa untuk sedikit memberi ruang untukku agar gadis itu bisa sadar. Aku lagi lagi menggerakkan kedua tanganku dan refleks akar akar  yang membelit tubuh yeoja itu mengendur dan akhirnya menghilang begitu juga bunga bunga yang masuk ke dalam tubuh gadis itu keluar kemudian menghilang dengan sendirinya. Gadis itu bangun dan seketika ia mulai memasang sikap defensive nya membuat Donghae oppa mengeluarkan kekuatannya untuk mengendalikan tubuh yeoja itu

“fikirannya kosong Hana-ya. yang ada di fikirannya hanya darah dan juga perintah. Perintah untuk membunuh mu” kata Donghae oppa. Aku sedikit meringis begitu oppa mengatakan kata kata itu. aku benci menjadi incaran vampire vampire ini,  itu nyata tapi aku sudah tidak bisa mengelak dan aku tidak mau mengelak. Karena ini sudah jalan hidupku

“bagaimana agar kita bisa mengendalikannya?”tanya ku pada Hyukjae oppa

“dengan darah dari salah satu dari kita itu bisa membuatnya terikat dengan diri vampire yang memberinya darah. Semacam ikatan batin mungkin. Hal ini hanya sedikit yang mengetahui dan aku juga baru tahu ketika Jung Soo hyung memberikan beberapa materi padaku kemarin” jawabnya

“tapi siapa yang akan memberikannya darah? Itu akan membahayakan bagi vampire yang darah nya di donorkan karena jika darahnya terlalu banyak diambil, vampire pendonor itu akan melemah setelah itu akan hancur” kata Hyukjae oppa lagi

“aku akan melakukannya” kataku. Mereka semua melihatku dengan tatapan tidak mengizinkan terutama Kyuhyun

“aku masih punya perämies ku disini” kataku kemudian tersenyum. Donghae oppa menghela nafas kemudian melepaskan pegaruhnya sedikit. Ia menggerakkan tubuh gadis itu lagi. Ia membuka mulut gadis itu dan membuatnya menancapkan taringnya ke kulit leherku. Aku masih bisa mendengar suara teriakan Taemin yang tidak setuju. Perlahan aku merasakan kakiku melemah hingga akhirnya aku tidak bisa berdiri dengan benar kemudian terjatuh ketika Donghae oppa membuat gadis itu menjauhkan taringnya dari leherku.

“biar aku membawanya ke kamar” kata Kyuhyun. Aku merasakan tubuhku di angkat dan perlahan di rebahkan di kasurku. Aku masih sadar, sangat sadar hanya saja tubuhku tidak bisa bergerak. Ia melepaskan beberapa kancing kemejanya kemudian melepaskan kemejanya dan memperlihatkan tubuh bidangnya yang sudah sering ku lihat. Ia mengangkat tubuhku kemudian mendudukkanku di pangkuannya dan melingkarkan tanganku di leher nya. Aku menggerakkan kepalaku ke leher putihnya dan mengecupnya pelan berkali kali.

“aku bukan menyuruhmu untuk menggodaku Ny. Cho. Tapi aku menyuruhmu untuk memulihkan dirimu dulu dengan darahku” desisnya tertahan. Aku tersenyum kemudian mengeluarkan gigi taringku dan akhirnya menancapkannya ke leher namjaku itu.  Ia sedikit mendesah pelan ketika aku sibuk menghisap darah yang ada di tubuhnya itu. Setelah merasakan tubuhku kembali bertenaga aku menghentikan kegiatanku dan menjilat bekas luka yang ada di lehernya dan perlahan bekas luka itu menghilang. Aku belum menjauhkan wajahku dari lehernya. Aku tetap mengecup bahkan menggiogit sedikit bekas ciumanku itu. Jika kami masih menusia mungkin lehernya akan meninggalkan bercak bercak merah

“jangan sampai aku menidurimu disini Ny. Cho” desisnya lagi sambil membalas perbuatanku dengan ikut membenamkan wajahnya di leherku sambil sesekali mengecup dan menjilat kulit leherku

“baiklah baik. Aku lepaskan. Lagi pula aku harus bicara dengan Taemin soal gadis itu” kataku kemudian menjauhkan wajahku dari lehernya

“Hana-ya. bagaimana jika kita menikah sekarang saja” katanya polos. Aku hanya tersenyum kemudian melumat bibirnya sebentar

“dengar sayang. Kita masih punya tugas, dan sebelum tugas ini selesai kita tidak akan bisa tenang kau tahukan? Ini sudah perjanjian kita. Aku hanya tidak mau jika nanti ketika kita menikah Kim Heechul itu menyerang kemudian membatalkan semuanya. Itu sangat tidak lucu” kataku ia mengangkat bahunya santai

“terserah” katanya singkat kemudian memelukku

“aku nyaman dengan posisi seperti ini” katanya masih memelukku

“aku juga, tapi kita harus turun aku takut yang lain khawatir” kataku melepas pelukannya. Ia mengangguk aku berjalan turun dari tempat tidurku kemudian mengambil bajunya yang terletak begitu saja di lantai kemudian menyerahkannya padanya. Aku merapikan pakaianku sambil ia memakai kembali kemejanya. Setelah rapi kami berdua berjalan ke tempat semua orang berkumpul

“sudah baikan sayang?”tanya oemma menghampiriku. Aku merangkul lengannya manja sambil berjalan kearah keluargaku yang sedang duduk menungguku

“ne, gwenchana”

“bagaimana keadaan yeoja itu?”tanyaku pada kedua oppaku

“stabil. Tidak seliar ketika kita baru bertemu dengannya” jelas Hyukjae oppa. Aku mengangguk dan mengalihkan pandanganku pada orang tuaku sebentar

“oemma, appa boleh Taemin tinggal disini. Setidaknya sampai ini selesai” kataku dengan tatapan memehon. Mereka terlihat ragu awalnya namun lama kelamaan mereka mengangguk setuju

“baiklah, jika itu bisa membuatnya aman karena mau tidak mau dia sudah berada dalam incaran vampire vampire itu” kata appa. Aku tersenyum kemudian memeluk appaku erat dan mencium pipinya

“gomawo appa!” kataku girang

“Taemin-ah. Noona ingin bertanya sesuatu padamu. Kajja kita ke taman saja” kataku kemudian meninggalkan keluargaku. Aku mengajak adikku itu ke taman tempat aku biasa menghabiskan waktuku ketika menjadi manusia. Ia mengikutiku dari belakang kemudian duduk di ayunan yang ada di sana

“kau menyukai yeoja itu?”tanyaku langsung. Ia terlihat malu sekaligus takut kemudian menunduk tidak berani menatap mataku

“mianhae noona-ya” katanya masih menunduk. Aku tersenyum kemudian menangkup wajahnya dengan tangan dinginku dan memaksanya menatapku

“aku senang taemin-ah. Aku senang kau sudah menyukai seseorang. Itui artinya adikku sudah dewasa. Tapi aku benar benar tidak menyangka kau menyukai salah satu dari bangsa kami. Terlebih dia vampire dari golongan hitam pada awalnya. Apa kau siap dengan semuanya Taemin-ah? Aku berjanji pada noona mu untuk melindungimu dan menjagamu. Tapi akhirnya aku yang melibatkanmu kedalam semua ini. Aku takut kau ikut menjadi sepertiku. Immortal tidak selamanya menyenangkan Taemin-ah” kataku menatap matanya serius

“aku ingin menjadi sepertimu Noona-ya. aku tidak ingin di tinggalkan ataupun meninggalkan. Aku tidak ingin kehilangan untuk kesekian kalinya noona. Aku siap, sangat siap dengan semua yang akan terjadi nantinya” kata Taemin serius. Aku tersenyum kemudian mengecup keningnya sayang

“kau sudah dewasa Taemin-ah. Dan aku bangga padamu”

TBC

Advertisements

12 thoughts on “~ Me And My Vampire Family~ Part 4^^

  1. aq kliru slma nie…
    trnyta org yg aq abaikn slma nie adlh orng yg pling brhrga
    pnyslan dtang na sllu terlmbat….
    brikan lah sdikit maaf utk Q…..

  2. Uwaaa makin keren ff ini. Suka banget, dan disini ada scene yg bener” favorit aku banget. Yaoitu pas bagian kyu buka kemejanya trus naruh(?) Kepala hana kelehernya supaya ngambil darah kyu dan scene berikutnya soalnya itu buat aku brrr gimana gitu wkwkwk :p

  3. anyeong,
    waa daebak , $
    astaga manis sekali, kakak beradik itu,kekeke
    waaa taemin mau jadi vampir ya, aku sangat setuju,kekeke

    semangat untuk terus berkarya(nulis ff)
    @_@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s