~ Me And My Vampire Family~ Part 5^^

 

 

Aku sedang duduk di atap rumahku sambil memandang langit malam yang sangat cerah di taburi bintang bintang dan juga bulan sabit yang indah. Selama beberapa hari ini semua rencana kami berjalan dengan lancar. Tidak ada gangguan apapun dari pihak musuh, entah aku harus bersyukur atau curiga terhadap keadaan ini. tapi untuk saat ini aku hanya mencoba untuk berfikir positif. Gadis vampire yang kemarin aku dan oppa ku bawa kerumah ini sudah mulai menampakkan sedikit perubahan, yah walaupun sesekali aku harus menguras tenagaku untuk menenangkannya yang sedang mengamuk karena efek dari racun vampire jahat yang lebih dulu masuk kedalam tubuhnya

Sedangkan Taemin sudah mulai tingal bersamaku saat ini, entah aku harus berkata apa melihat adik sahabatku yang sudah ku anggap adikku sendiri itu ketika memutuskan untuk menjadi makhluk immortal seperti kami. Semuanya akan penuh resiko, menjadi immortal tidak selamanya menyenangkan. Kami harus meminum darah hewan setidaknya satu kali dua minggu, bayangkan saja cairan yang dulunya kuanggap sangat menjijikkan itu sekarang menjadi makanan rutinku. Tapi aku harus berkata seperti apa? Aku bahkan tidak bisa berkata tidak, begitu mendapatkan mimpi dimana mimpi itu adalah pertanda masa depanku.

“Hana-ya” aku memutar kepalaku kebelakang begitu mendengar suara lembut Hyukjae oppa

“mm… aku kira oppa sedang berburu bersama yang lain” jawabku lalu merebahkan kepalaku di bahunya yang tegap dan juga kokoh

“aku tadi sudah berburu, selera makanku sedang tidak baik, jadi aku memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Kau sendiri kenapa tidak ikut bersama yang lain?” tanya Hyuk oppa sambil melingkarkan tangannya di bahuku

“entahlah, aku hanya sedang malas. Aku ingin semua ini segera berakhir, dan aku ingin semuanya kembali seperti semula. Tidak seperti sekarang, aku harus harap harap cemas memikirkan nyawa keluargaku sendiri dan juga orang orang yang aku sayangi diluar sana. Rasanya benar benar tidak nyaman” keluh ku kemudian balas melingkarkan tanganku di pinggangnya. Aku selalu menyukai posisi ini ketika bersama Hyuk oppa ataupun Donghae oppa. Posisi ini membuat tubuhku hangat, tidak perduli bagaimana kontrasnya suhu tubuh kami dulu.

“semuanya akan segera berakhir sayang, jadi kau tenang saja. Oppa janji setelah semuanya selesai kita semua akan menjalani hidup kita seperti dulu lagi, kembali normal seperti sebelumnya” jelas Hyuk oppa mengusap kepalaku lembut

“oppa, aku menyayangimu. Dan aku juga menyayangi kalian semua. Semoga setelah ini berakhir, semuanya bisa kembali seperti semula”

~~~~~~~~~~~~~~~~

Pagi ini aku kembali ke kampus seperti biasa, hari ini aku ada Quis yang sama sekali tidak bisa aku tinggalkan, vampire baru itu mau tidak mau harus ku tinggal di bawah pengawasan Hyukjae oppa yang kebetulan hari ini libur.

Aku berjalan dengan santai tidak perduli dengan bisikan orang orang dan juga tatapan orang orang kearah aku, Hae oppa, dan juga Kyu yang berjalan beriringan. Semenjak ‘bertransformasi’ aku merasa semua orang menjadi lebih sering memperhatikan diriku. Mulai dari dengan siapa aku bergaul, cara berpakaianku dan masih banyak lagi. Itu tidak aneh mengingat perubahan yang sangat mencolok dari diriku.

“aku akan ke kelas terlebih dahulu. Begitu selesai dengan kuliahku aku akan menyusul kalian di tempat biasa” kataku sambil memperbaiki letak tas sandangku. Mereka mengangguk pelan kemudian berjalan meningalkan aku sendiri yang berada di lorong fakultasku. Dua minggu kurang beberapa hari lagi adalah hari dimana aku harus melaksanakan tugasku sebagai ‘yang terpilih’ bersama dengan oppaku dan juga namjaku sendiri.

Haruskah aku bilang jika aku takut? Benar, tentu saja aku takut, aku takut melihat semua orang yang aku cintai terluka apa lagi mati. Yang ada di fikiran ku saat ini hanyalah bagaimana caranya agar aku bisa menikmati sisa sisa hari ku yang makin lama semakin menipis di negara ini. Aku jadi teringat dengan pembicaraan kedua orang tuaku tadi malam.

Mereka bilang, jika kita menangpun dan selamat dari pertempuran ini, kami tetap saja harus pindah dan pergi dari negara ini untuk waktu yang cukup lama. Mereka bilang beberapa orang sudah mulai merasakan ada yang aneh dengan ‘perkembangan’ appaku yang merupakan seorang pengusaha terkenal di sini. Menurut perhitungan semua orang appa itu sudah berumur 50 tahun, tetapi aktualnya wujud ayahku itu tidak ubah seperti wajah Pria dewasa berumur 34 tahun. Masih sangat tampan, apa lagi oemma yang masih sangat cantik

Aku sampai di kelasku kemudian duduk di tempatku lalu membuka buka buku yang merupakan materi ujian ku untuk kali ini. Aku mendengar beberapa orang yang membicarakan tentang perubahan diriku. Kalian ingin tahu apa yang merka katakan? Simple, misalnya dimana kira kira aku melakukan operasi plastik. Kenapa mereka bertanya seperti itu? Tidak heran melihat ‘wajahku’ yang sangat berbeda ketika aku menjadi manusia dulu itu hal yang sangat wajar jika semua orang bertanya tanya tentang hal itu

~~~~~~~~~~~~

“bagaimana ujian mu?” tanya Diera begitu baru saja aku sampai di taman belakang kampusku. Aku mengangguk kemudian merebahkan tubuhku dan menjadikan paha Kyu menjadi bantalanku. Ia mengusap lembut rambutku sambil memain mainkannya

“tidak bisakah kita menunda kepergian kita? Setidaknya sampai aku selesai kuliah?” tanyaku tiba tiba setelah betah dengan suasana hening. Diera dan Donghae oppa yang sedang asik berbincang serta Kyu yang sedang memainkan PSP nya pun sontak melihat ke arahku.

“aku hanya ingin bersama teman temanku lebih lama” kataku menjawab kebingungan mereka.

“tidak bisa sayang, beberapa orang sudah mulai memperhatikan keluarga kita. Dan untuk itu, kita harus membuat agar mereka semua tidak berpikiran apapun mengenai kita semua” jawab Donghae oppa.

“baiklah~” lirihku pasrah. Aku menutup mataku perlahan dan ketika itu aku merasakan ada seseorang yang sangat asing mendekat kearah kami, satu jenis dengan kami. Tapi aku sungguh sungguh belum pernah merasakan tekanan dari makhluk ini. Aku menggerakkan tanganku untuk membuat beberapa akar di sekelilingku bertambah panjang dan kuat. Dan dengan sekali sentak aku langsung mengarahkan akar akar itu ketubuh makhluk asing itu.

“sial!” desisku kemudian bangun dari tidurku dan langsung memasang posisi defensif ku begitu juga dengan 3 orang yang ada di belakangku.

“ckckck… hanya segitukah kekuatanmu nona Lee? Bukankah kau seorang penyempurna? Aku tidak menyangka jika kau selemah itu!” aku mendesis kesal begitu melihat orang yang pernah aku lihat dimimpiku dulu

“Kim Heechul” desis Donghae oppa

“ck! Aku rasa si Jung Soo itu memang tidak pernah mengajarkan sopan santun pada rakyatnya! Ah wajar saja, dia kan memang tidak tahu sopan santun!” entah kenapa di dadaku ada rasa marah begitu namja di depanku ini mengejek Jung Soo oppa

“tutup mulut mu!! Kau yang tidak tahu sopan santun Heechul-si. Bukankah Jungsoo oppa itu hyung mu? Kau bahkan tidak memanggilnya dengan embel embel hyung! Dan lagi, untuk apa kami harus bersopan santun ria pada orang iri hati seperti mu” desisku sinis. Ia membelalakkan matanya kesal, tapi sedetik kemudian rahang nya yang ikut mengeras tadi berubah menjadi rileks dan ia tersenyum kearahku

“ck! Aku rasa aku benar benar tidak sabar untuk menghancurkan dirimu gadis kecil. Pasti akan seru sekali. Baiklah, sampaikan pada Hyung ku itu, jika aku yang akan menggantikannya memimpin kerajaan nanti tentunya setelah dia aku hancurkan dengan tanganku” katanya lalu tertawa sinis dan pergi dari hadapan kami semua

~~~~~~~~~

“kami pulang” aku langsung melangkahkan kaki ku menuju tempat dimana gadis yang kemarin menjadi alat Kim Heechul itu berada. Aku melihat ia sedang duduk di teras kamarnya bersama Taemin. Aku segera masuk dan menyuruh Taemin pergi ke kamarnya hingga aku selesai berbicara dengan gadis ini. Anak itu mengangguk dengan berat hati lalu berjalan ke arah kamarnya yang ada di sebelah kamar Donghae oppa

“nona” sapanya sambil membungkuk sopan. Aku mengangguk kemudian mengajaknya duduk di sebelahku

“jangan panggil aku nona, panggil saja aku Hana, atau onnie. Maaf baru bisa menemuimu sekarang. Bagaimana kabarmu?” tanyaku pada gadis yang berhasil merebut hati adik angkatku itu

“baik.. mmm onnie…” katanya sedikit ragu ketika memanggil ku onnie. Aku tersenyum wajar kemudian mengangguk

“langsung saja, apa kau mengingat masa lalumu?” tanyaku pada gadis ini. Ia menunduk lalu menggelengkan kepalanya perlahan

“namamu? Apa kau juga tidak mengingat nya?” tanyaku dan hanya di jawab dengan gelengan kepalanya lagi. Aku menatap gadis itu prihatin.

“bagaimana jika aku memanggilmu Hyurin?” ia langsung mengangkat kepalanya lalu menganggukkan kepalanya semangat

“ne onnie. Aku suka nama itu. Kamsahamnida”katanya tersenyum. Aku berukar cerita dengannya entah itu tentang ‘kami’ ataupun tentang Taemin. Selama aku bercerita tentang Taemin aku bisa melihat binar bahagia di matanya. Tapi terkadang gadis itu murung begitu mencoba mengingat tentang orang tuanya.

“Hana-ya. Bisa kesini sebentar? Ada yang ingin kami bicarakan” aku mengangguk kemudian berdiri setelah sebelumnya mengacak rambut gadis yang aku berinama Hyurin itu lembut

Aku mengikuti Hyukjae oppa ke lantai dua rumah ini tepat dimana ruang keluarga berada. Aku sedikit kaget begitu melihat orang orang yang belum pernah sama sekali aku temui. Aku berjalan mendekati mereka semua lalu membungkuk sopan sambil tersenyum sebaik mungkin. Melupakan rasa penasaran dan juga kebingunganku untuk sejenak.

“perkenalkan dirimu sayang” ujar appa lembut, aku mengangguk kemudian mengambil satu langkah maju dan berdiri di hadapan orang orang yang menurutku sangat sempurna.

“annyeong haseo, Lee Hana imnida bangapsumnida” kataku sopan lalu membungkuk tanda menghormati orang yang lebih tua dariku

“ternyata kau jodoh dari Kyuhyun oppa?” tanya seseorang dengan nada sinis. Aku menegakkan tubuhku untuk melihat siapa orang yang barusan mengatakan hal seperti itu padaku. Aku menatap mata seorang gadis yang berpakaian… err.. cukup minim kurasa

“maaf jika aku mengecewakanmu” kataku singkat sambil tersenyum. Gadis itu mendesis kesal lalu mengumpat diriku di dalam hatinya yang sayangnya bisa di dengar oleh Hae oppa dan akhirnya sampai padaku

“maaf nona, mungkin aku masih muda tapi setidaknya aku masih tahu sopan santun. Tidak baik menghina orang lain di rumah orang itu. Remeamber who you are!” desisku sinis. Gadis itu menatap ke arahku marah.

“stop it Angel! Bisa kita lanjutkan ini?” kata Jung Soo oppa tegas. Aku mengangguk kemudian kembali duduk di sebelah Hyukjae oppa dan juga Kyuhyun. Aku masih melirik sesekali gadis yang sedari tadi trus saja menatap kearahku sinis. Sebenarnya aku tidak ingin memperdulikannya, tetapi tetap saja rasanya sungguh sulit. Bagaimana bisa aku mengacuhkan tatapan  orang yang jelas jelas memandang tajam ke arahku? Tentu saja aku risih dan itu wajar.

“Hana, ini tentang menjadikan Taemin menjadi bagian dari kita. Apa kau yakin?” aku tersentak ketika Jung Soo oppa menyebut nama Taemin. Aku langsung menatap ke arah namja yang selalu di elu-elukan seluruh rakyat di negrinya itu

“aku yakin oppa” kataku tegas, aku merasakan semua orang yang ada di tempat ini sedikit berjengit heran, kecuali keluarga ku tentunya

“sebenarnya bukan hanya Taemin, aku juga ingin vampire yang sekarang berada di ruangan isolasi itu di bebaskan dan juga ingin menjadikannya anggota kita” lagi lagi orang orang yang menurutku masih asing itu terlonjak kaget

“apa maksudmu? Kau ingin membahayakan kita semua? Ok  tentang manusia itu terserah padamu, tapi tentang vampire baru itu? tidak, aku tidak setuju!” seru gadis yang sedari tadi sangat memperlihatkan jika ia tidak pernah menyukaiku, entah itu karena Kyu atau bukan.

“apa alasanmu onnie?” tanyaku masih berusaha sopan

“gadis itu pernah menjadi anak buah Heechul, dan sekarang kau berniat menjadikannya bagian dari kita?” tanyanya heboh

“jika itu yang menjadi kecemasan kalian, tenang saja. Aku yang akan menjadi jaminannya, aku berani menjamin dengan nyawaku jika gadis itu tidak akan berkhianat” kataku membuat keluargaku yang lain menggeleng tidak setuju

“Yang Mulia, aku sudah menganggap gadis itu sebaga adikku. Darahku sudah mengalir di dalam tubuhnya. Aku membiarkan gadis itu menghisap separuh dari darah ku agar gadis itu bisa lepas dari jeratan Heechul. Aku tahu gadis itu sama sekali tidak ingin menjadi makhluk yang bahkan hanya pernah dilihatnya di dalam film atau di bacanya dalam sebuah cerita”

“gadis itu tidak benar benar mengabdi pada namja itu. dia hanya di pengaruhi, dan aku berani menjaminnya jika ia sudah bersih dari pengaruh itu” jelasku mantap. Jung Soo oppa terlihat berfikir sebentar sebelum ia memberikan keputusannya tentang permintaanku tadi

“baiklah jika itu mau mu. Aku akan mengabulkan permintaanmu itu” kata Jung Soo oppa sambil tersenyum lembut

“terimakasih oppa” kataku riang.

“kemudian tentang rencana kita untuk membunuh Heechul, kita sudah tidak punya banyak waktu lagi. Mulai sekarang kita harus waspada karena tidak bisa ku pungkiri jika Heechul itu kuat. Oleh karena itu aku ingin kita semua benar benar bersiap. Karena itu aku memutuskan agar kalian semua kembali kekerajaan, kita akan lebih leluasa membicarakannya disana” aku sedikit kaget mendengar perintah Jung Soo oppa tadi

“bagaimana dengan….”

“aku ingin ikut dengan noona” aku kaget begitu mendengar suara Taemin dari lantai atas, aku mengarahkan pandanganku dari Donghae oppa dan juga Hyukjae oppa. Tidak mungkin mereka sama sekali tidak tahu tentang kehadiran anak itu, di tambah dengan aroma darahnya yang cuku menggiurkan, tapi mereka hanya diam tidak menjawab apapun

“aku ikut noona” kata Taemin lagi, aku menggeleng tidak setuju

“belum saatnya Taemin-ah” jawabku sambil mendekatinya yang sudah berdiri di anak tangga paling akhir.

“jebalyo noona, ini keputusanku. Aku benar benar tidak mau noona meninggalkanku seperti noona kandungku, aku tidak mau sendiri noona-ya”aku memang sering mendengarnya merengek tapi tidak sampai seperti ini, dia benar benar ketakutan, takut kami semua pergi dan meninggalkannya seorang diri selamanya

“untuk sementara kita semua akan kembali ke istana, dan itu berlaku juga untukmu Taemin-ah” sambung Jung Soo oppa yang tidak memperdulikan sama sekali tatapan protesku

“tapi oppa, dia manusia dan disana?? Aku tidak yakin semua yang ada disana bisa menhan nafsu mereka selama Taemin jadi manusia, jujur saja aroma darah nya sangat menggoda. Dan aku tidak ingin adikku malah menjadi cemilan disana nantinya” kataku keras

“tenang sayang, kita akan menjaganya bersama” kata Donghae oppa menenangkanku, aku hendak protes namun melihat tatapan Kyu aku mau tidak mau mengangguk setuju. Setidaknya kami semua bisa saling menjaga hingga waktunya tiba.

~~~~~~~~~~~~

Hari ini Hyurin dan juga Taemin sedang berada di taman belakang rumah kami. Mereka terlihat sangat serasi jika berdua seperti itu. Jujur, aku sudah lama tidak melihat Taemin tertawa seriang itu ketika ia tidak bersamaku atau oppadeul semenjak pembantaian tragis yang terjadi pada keluarganya.

“aku cemburu jika kau terus terusan memperhatikan bocah tengik itu dengan pandangan berbinar binar seperti itu!” sungut seseorang yang tiba tiba memelukku dari belakang dan dengan seenaknya menciumi tengkukku berkali kali

“dan kau akan terlihat seperti seorang namja bodoh yang cemburu pada adik sang gadis, ayolah Kyu, aku mencintainya sebagai adikku. Adik yang akan selalu aku jaga dan aku sayangi, adik yang akan selalu menjadi prioritasku setelah dirimu tentunya. Kalian sama sama di hatiku tapi dalam konteks yang berbeda. Jadi kau akan benar benar terlihat bodoh jika kau bilang kau cemburu pada adikku itu” kataku sambil memutar tubuhku menghadapnya lalu menciumnya lembut ketika tanganku sudah melingkar erat di lehernya yang jenjang itu. Bibirnya sangat manis dan pas jika berada di bibirku. Aku sangat sensasi yang ia berikan ketika kami sedang berciuman itu seperti….

“setidaknya carilah tempat itu melakukan hal yang menjijikkan itu! Aigoo~ aku rasa aku harus segera ke dokter mata untuk memeriksakan mataku yang terkontaminasi adegan tidak senonoh ” desis seseorang yang berhasil melepaskan tautan bibir kami. Aku dan Kyu melihat ke arah suara itu berasal, Taemin dan Hyurin berdiri bersebelahan degan ekspresi yang berbeda beda. Taemin dengan wajah yang salah tingkah sedangkan Hyurin menunduk malu. Sedanglan Kyu hanya bisa mengumpat kesal karena kegiatan kami terganggu tadi

“ck! Seharusnya aku tadi menggendongmu kekamar!” desis Kyu kesal, aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka semua, orang yang aku cintai dan juga orang orang yang menjadi alasan untukku tetap hidup sampai saat ini

“Taemin, Hyurin. Apa kalian sudah mengurus keperluan kalian untuk besok? Kita harus segera pergi besok pagi pagi sekali” kataku mengingatkan mereka sambil berusaha mengalihkan pembicaraan untuk menutupi rasa maluku

“sudah noona, dan gomawo~ terimakasih karena sudah membela Hyurin dan juga aku” katanya bersungguh sungguh. Aku tersenyum senang kemudian mengacak rambutnya yang sudah agak panjang itu dengan lembut

“gwenchana, itu tugas ku sebagai noona mu. Dan Hyurin, dia anak yang baik, jadi aku rasa tidak ada salahnya jika aku membelanya di hadapan para petinggi itu kemarin” kataku santai, aku membalikkan tubuhku lalu menggenggam tangan  seseorang yang akan menjadi pendamping hidupku selamanya

Semua keluarga ku akan kembali ke istana pada esok hari pagi pagi sekali, dan kami harus menyiapkan semuanya malam ini. Jujur saja, aku mash sedikit khawatir dengan ikut nya Taemin kedalam rencana ini, padahal awalnya aku berniat agar anak itu sama sekali tidak ikut campur tentang apapun yang terjadi pada keluargaku maupun pada diriku sendiri. Aku ingin anak itu menjadi seorang manusia yang baik, bukan malah menjadi makhluk penghisap darah seperti aku dan keluargaku.

“aku masih mencemaskan masalah Taemin, apakah tidak apa apa dia ikut bersama kita? Aku hanya takut banyak rakyat yang tidak bisa menahan diri dari godaan yang sudah bertahun tahun tidak mereka jumpai” kataku sambil memeluk namja itu erat dan menenggelamkan wajahku di dada bidangnya

“tenang saja, ada aku atau yang lainnya. Bukankah dia tidak lama lagi akan menjadi bagian dari kita, yah anggap saja sebagai perkenalan. Lagi pula jika kita meninggalkannya disini itu akan menjadi lebih bahaya lagi, dan bukankah kau tidak mau ambil resiko apapun mengenai hal itu?” jelas Kyu mencoba membuatku tenang. Aku kembali berfikir jika itu masuk akal, itu benar, Heechul bisa saja menggunakan Taemin dan juga Hyurin untuk menghancurkan kami semua, dan aku tidak ingin hal itu terjadi. Aku menganggukkan kepalaku di dalam pelukannya

~~~~~~~~~~~~

“sudah siap semua?” aku berjalan ke arah mobilku yang terparkir di halaman depan rumah begitu mendengar seruan appaku.

“sudah appa, kami semua sudah disini, dan aku pastikan tidak ada yang tertinggal sama sekali” kata Hyukjae oppa. Aku memperhatikan setiap sudut perkarangan rumahku yang tidak bisa di bilang kecil. Hanya satu yang ada di fikiranku, akankah aku kembali lagi kerumah ini nanti?

“sudah siap?” bisik seseorang di sampingku, aku hanya mengangguk sama sekali tidak berminat untuk mengeluarkan suara ku sedikit pun. Italia, itulah tujuan kami sekarang, jika di sini aku mengenalnya dengan nama Jung Soo oppa, maka disana kau akan mengenalnya dengan nama yang berbeda. Denis, semua orang memanggil Jung Soo oppa Denis, begitu juga dengan ku nantinya

Di perjalanan menuju bandara aku hanya diam dan memandang ke luar jendela sambil kembali mengingat ingat masa kecilku disini. Mulai sekarang hidupku telah berubah, aku harus pindah setiap 20 tahun sekali untuk menjaga agar rahasia kami aman, aku harus membiasakan diriku dengan lingkungan baru dan juga orang orang baru. Hyukjae oppa bilang otak yang kami miliki itu sangat mudah untuk di ajak kompromi.

Kami bisa menguasai beberapa bahasa hanya dengan sekali mempelajarinya, dan kami akan sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan baru selagi masih ada ‘makanan’ kami disana. Sekali lagi aku tegaskan! Itu menurut Hyukjae oppa, bukan menurutku! Aku melirik ke arah kursi penumpang yang ada di belakang Taemin dan Hyurin sama sama sedang asik memperbincangkan sesuatu yang sama sekali tidak aku mengerti dan sama sekali tidak menarik perhatian Kyu yang sedari tadi sibuk dengan kemudinya

Aku sengaja memblokir fikiranku karena tidak ingin siapapun mengetahui apa yang aku risaukan saat ini, cukup aku dan Tuhan lah yangtahu mengenai hal ini, dan aku akhirnya memutuskan biarlah waktu yang menjawabnya nanti. Kedua oppaku dan juga orang tuaku merasa baik baik saja dengan kehidupan mereka, begitu juga dengan aku nantinya-kuharap-

Kami sampai di bandara satu jam kemudian. Aku berjalan beriringan dengan keluargaku dengan langkah ringan. Mencoba tidak memperdulikan tatapan kagum semua orang pada keluargaku. Aku mendesis kesal ketika mendengar fikiran beberapa orang wanita yang ada di sekitarku tentang Kyuhyun dan juga oppaku

“don’t mad Angel, kami memang tampan, dan itu kenyataannya” kata Hyukjae oppa girang

“ck! Mood ku sedang tidak baik oppa. Dan menurutku itu merupakan hal yang tidak sopan jika kau menatap orang yang sedang berjalan didepanmu dengan fikiran kotor, apa lagi disana ada kekasih dari orang itu!” kataku sedikit kesal lalu mempercepat jalanku-untuk ukuran manusia biasa tepatnya- mendahuli mereka semua. Aku merasakan Kyu menyusulku lalu melingkarkan tangannya di pinggangku dan mengecup pipiku sekilas

“semua akan baik baik saja, cukup yakin pada dirimu. And all gonna be ok. Im promise” aku menutup mataku sebentar kemudian mengangguk. Silahkan kalian bilang aku adalah gadis yang plin plan dan juga cengeng. Aku memang pernah mengatakan jika semua baik baik saja dan akan baik baik saja, tapi pada kenyataannya keraguan itu masih ada walaupun tidak sebesar yang dulu dulu. Tetapi tetap saja, memikirkan aku akan pergi ketempat yang tidak pernah sama sekali aku kunjungi, meninggalkan orang orang yang aku sayang -dalam hal ini teman teman manusiaku- lalu aku harus mengorbankan kehidupanku untuk membela orang orang yang membutuhkanku dimana orang itu tidak tahu jika dirinya terancam.

Disaat seperti ini aku seharusnya bisa bermain bersama teman teman ku dengan riang, tapi kenyataannya? Semua bertolak belakang. Aku tidak menyalahkan kedua orang tuaku, aku tidak menyalahkan takdir, aku tidak menyalahkan apapun. Tapi aku hanya merasa sedikit belum siap dengan semua ini. Tapi kembali lagi ke awal, siap tidak siap aku harus siap.

Selama seharrian penuh di pesawat benar benar membuatku basan setengah mati. Tidak bisa tidur, karena tentu saja aku tidak melakukan kegiatan itu. Aku sudah memainkan semua gadget yang aku miliki tetapi aku hanya mendapatkan satu hasil yang sama. Yaitu, Bosan!! Sesmpainya di Italia kami langsung memasuki kendaraan yang memang sudah disediakan oleh Jung Soo oppa untuk kami semua

“wah disini indah sekali” seru Hyurin dan juga Temin begitu kami melewati padang bunga matahari. Aku melihat di sekelilingku penuh dengan bunga bunga yang berwarna warni, selama di Seoul aku jarang sekali mendapatkan pemandangan sepertini. Pandangan ku terhenti pada seorang namja yang menatapku taham. Dia bukan manusia, aku yakin itu. Tapi akubisa merasakan detak jantung dan juga darah yang hangat dari tubuhnya. Dan jika aku boleh jujur, darahnya sangat wangi. Aku terkesiap ketika namja itu tiba tia menghilang dan pergi begitu saja dari tempat nya berdiri tadi, dan aku dengan bodohnya masih saja berusaha mencari orang yang aku sendiri tidak tahu siapa.

“gwenchana?” tanya Kyu yang sednag mengemudi, aku menatap ke arahnya lalu menggeleng

“ne, gwenchana” lirihku.

Cukup lama di jalan membuat taemin tertidur lelap di kursi penumpang dan al itu membuatku sedikit tenang karena anak itu bisa sedikit beristirahat. Akhirnya kami sampai di sebuah bangunan, atau mungkin lebih tepat di sebut istana. Semua orang berkumpul untuk menyaksikan ke datangan kami semua. Aku membangunkan Taemin yang masih tertidur, setelah dia bangun kami semua turun dan anak itu langsung aku amankan dengan perisai yang aku miliki

‘aku tidak ingin adikku menjadi menu makan malam disini’ bisikku begitu Kyu dan Dongahe oppa menatapku bingung. Mereka mengangguk kemudian berjalan lebih dahulu. Beberapa orang terlihat bersikap defensif karena mencium aroma yang sangat menggoda menurut mereka

“selamat datang saudaraku” sambut seseorang yang sangat aku kenal. Aku tersenyum senang begitu bertemu dengan orang itu lagi. Jung Soo oppa, ah dia harus ku panggil Denis sekarang.

“panggil apapun sesukamu sayang” katanya yang entah sejak kapan ada di depanku. Ia memelukku erat kemudian mengacak rambutku lembut.

“Istana mu indah” kataku sambil berjalan berdampingan dengan Denis dan juga Kyu. Ia tersenyum sambil mengangguk pasti

“tentu saja! Dan kau pasti akan suka dengan kamarmu selama kau tinggal disini, begitu juga dengan mu Kyuhyun-ah” kata Denis pada aku dan Kyuhyun. Langkah kami terhenti begitu di depan kami berdiri seorang namja yang pernah kulihat sebelumnya. Namja yang tadi melihatku dari atas bukit dan namja yang bisa kurasakan detak jantung dan juga aliran darah di tubuhnya. Sekarang aku bisa melihat jika dia benar benar bukan manusia, kulitnya seperti kami begitu juga dengan matanya. Tapi di mempunyai jantung dan juga.. darah

 

TBC

 

Advertisements

20 thoughts on “~ Me And My Vampire Family~ Part 5^^

  1. akhir.y yg dtngu-tnggu publish jg ni FF. , .
    ,ff.y okey thor. . .
    ,pnsran ma kisah slnjt.y, . .jgn lma-lma publish.y ya. . . gomawo 🙂

  2. min,lanjut dong. . . .
    Udah penasaran kuadrat ni! Keren bgt ffnya 😀 hyukgaada peramiesnya ya? Aku aja gmn min? Wkwkwk just kid 😀

  3. thor, kan emang vampire punya darah kalo yg dicritain author td, seprti pas darahnya diminum stnghnya buat vampire baru yg dkt sama taemin,,

    Next Thor,

  4. hyyakkk thor mian aku baru koment.. sekalian aku rangkap ^^

    wah ceritanya bgs pakek bagt 4x
    aku lagi nyidam(?) baca ff gg genrenya vampire mulu dari kemarin dan aku nemu ff ini juga ^^ TOP BGT FF nya..

    di tunggu chapter selanjutnya ya.. gak sabar bikin penasaran bgt ^^

  5. anyeong,
    waaa daebak , siapa orang itu? apa setengah(?) vampir ma manusia? kekeke

    semangat untuk terus berkarya (nulis ff)
    @_@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s