^^(Lee Family) Give Me Heaven [Sequel Back To My Home] (1/?) [Remake]^^

Aku mendesis jengah ketika melihat berkas berkas kasus yang ada di atas mejaku. Namun aku tidak bisa mengeluh, mengingat aku terpaksa libur selama seminggu karena menjalani pemulihan pasca penangkapan mafia yang mengincar nyawa kakak lelakiku baru baru ini. Dengan pasrah aku duduk di kursi kebanggaan ku lalu mulai memeriksa satu persatu laporan yang di berikan oleh bawahan ku. Sedikit curiga dengan sebuah map, aku menyingkirkan laporan yang lain dan memilih membaca dan mempelajari laporan itu.

Aku segera berdiri kemudian melangkahkan kakiku cepat –sedikit berlari- ke arah lift yang nantinya akan mengantarkanku ke ruangan tempat pusat semua perintah yang ada di gedung ini berasal. Tidak perduli dengan pria tua itu sedang sibuk, menerima tamu atau sedang meeting dengan pejabat sekalipun. Aku membuka pintu berpelitur hitam yang berukirkan burung api di tengahnya dengan sedikit kasar, lalu berjalan cepat kearah pria tua yang sudah mengasuhku sejak aku kabur dari rumah beberapa tahun lalu.

“Sajangnim! Kenapa Map ini bisa ada di mejaku? Kau tidak salah memberikan perintah? Ayolah, aku bahkan baru pulang dari rumah sakit seminggu yang lalu!” Pria tua didepanku ini tersenyum kemudian mempersilahkan ku duduk di sebelah gadis yang aku tebak berumur beberapa tahun di bawahku.

“Tenanglah dulu Agen Lee dan aku tidak pernah salah memberikan perintah.” Kata pria tua itu santai. Aku menghembuskan nafas pasrah kemudian menatapnya tajam tanda aku tidak ingin bertele tele saat ini.

“Sepertinya kau memang tidak bisa lebih sabar sedikit Hana-ya. Kasus ini sepertinya masih berhubungan dengan tempat kerja kakak lelakimu. Dalam kurun waktu tiga bulan ada pembunuh berantai yang menyebut dirinya Queen, dia hanya mengincar trainee wanita. Sepanjang waktu itu sudah ada 5 orang yang menjadi korbannya. Cara mereka meregang nyawapun hampir sama, yaitu dengan kondisi telanjang dan leher tercekik. Setelah di lakukan visum tidak ada sama sekali tanda tanda pemerkosaan dari tubuh korban. Kami mencurigai jika pelakunya adalah seorang laki laki. Tetapi aku tidak menutup kemungkinan jika pelakunya adalah seorang permpuan, mengingat nama samarannya.” Jelas pria tua itu menatapku serius. Aku mendesah jengah kemudian mengangkat tanganku keatas tanda menyerah.

“Silahkan berikan kasus ini pada orang lain Harabojie. Aku masih baru pulang dari rumah sakit dan kau dengan teganya menyuruhku menyelidiki kasus yang melibatkan seorang psikopat. Kau bilang dia hanya tertarik pada wanita, dan syukurlah kakakku bukan seorang wanita. Jadi aku rasa aku memilih memberikan kesempatan ini pada orang lain.” Kataku kemudian berdiri dan hendak kembali ketempatku.

“Sayangnya semua korban ini adalah orang orang yang di beritakan pernah dekat dengan Kakak mu dan juga kekasihmu.” Kalimat itu membuatku berhenti dan memandangv pria tua yang sekarang sedang sibuk dengan tablet di tangannya seolah olah tidak perduli dengan responku barusan.

“Aish! Baiklah aku akan mengerjakannya, tetapi aku harap setelah ini timku berhak mendapatkan cuti dan hadiah yang pantas.” kataku singkat dan hendak berjalan keluar dari ruangan itu.

“Sebentar dulu. Perkenalkan, gadis ini akan masuk kedalam Tim mu.” Aku menghentikan langkahku lalu mengalihkan pandanganku pada gadis yang memang sedari tadi sedikit mencuri perhatianku.

“Perkenalkan aku Kim Andiera, mohon bantuan anda ketua.” Salam gadis di depan ku ini sambil membungkuk sopan. Aku mengangguk kemudian menyambut tangannya yang terulur kearahku.

“Aku Lee Hana, semoga kita bisa menjadi rekan yang baik.” kataku datar, sangat tidak berniat beramah tamah dengan orang yang baru pertama kali aku jumpai. Sampai aku merasakan kepalaku dipukul oleh benda keras dari belakang.

“Ya!!” aku mendelik kasar kearah pria tua yang sangat tidak bertanggung jawab memukul kepalaku dengan tongkat yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi.

“Aku tidak pernah mengajarimu sekurang ajar itu Nona Muda, jadi perbaiki sikap mu itu,” desis pria tua itu kasar.

“Aish! Terserah. Sekarang, biarkan gadis ini ikut bersamaku. Aku perlu waktu untuk membahas kasus ini,” kataku kemudian melirik gadis yang masih menatapku bingung.

“Ck! Dasar gadis kurang ajar!! Nona Kim, silahkan ikut gadis di depanmu itu, dan semoga kalian bisa menjadi rekan yang baik.” Aku memutar mataku bosan lalu berjalan keluar ruangan itu begitu saja.

~~~~~~~~~~

Kami sampai di ruanganku setelah sebelumnya meminta sekretarisku mengumpulkan semua anggota timku untuk membahas kasus ini.

“Sebelumnya Kim Andiera –si, karena kau akan bekerja sama denganku aku ingin kau tahu bagaimana cara kerja ku. Mungkin aku tidak akan terlalu banyak menuntut pada anggotaku, tapi aku tidak suka dibantah dan aku tidak suka dikhianati oleh orang yang dekat denganku. Kau mengerti Nona Kim?” Gadis itu mengangguk mengerti tanpa fikir panjang sebelumnya.

“Kau memanggil kami Hana-ya?” Aku menoleh ke arah pintu ruanganku yang terbuka memperlihatkan Nam Gil oppa yang sudah berdiri disana. Aku tersenyum kemudian mengangguk dan menyuruh mereka semua masuk. Aku duduk di posisi tengah untuk memimpin rapat kali ini, sedikit maklum ketika mendengarkan beberapa anggotaku yang berbisik menanyakan siapa gadis yang ada di sampingku ini.

“Perkenalkan, di sebelahku ini adalah tim baru dari divisi kita. Nona kim, perkenalkan dirimu.”

“Selamat siang semuanya, perkenalkan saya Kim Andiera. Saya merupakan lulusan baru dari akademi NIS Korea Selatan. Dan hari ini saya langsung di tugaskan disini. Mohon bantuan senior sekalian.”

“Aku rasa kau pasti cerdas sekali bisa bergabung dengan tim ini. Karena jujur saja, sulit sekali jika kau ingin satu tim dengan iblis wanita yang ada di sebelah mu itu.” Aku mendelik kasar kearah pria yang duduk di samping Hyura saat ini.

“Tutup mulut mu oppa! Dan kau! Jangan dengarkan pria gila itu!” Selorohku kesal. Gadis disebelahku hanya tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya kikuk.

“Baiklah langsung saja. Tadi pagi aku baru saja mendapatkan berkas tentang kasus baru yang akan kita tangani. Mengenai kasus berntai oleh Queen yang aku yakin kalian sudah tahu seperti apa masalahnya”

“Kami memang tahu masalah ini, tapi bukankah maslah ini sudah di tangani kepolisian” Aku mengangguk ketika Hyura memberikan pendapatnya.

“Benar, tetapi polisi itu tidak becus untuk menangani masalah ini. Jadi aku butuh bantuan kalian semua untuk menyelesaikannya.”

“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?” Tanya gadis yang baru saja bergabung di divisiku saat ini.

“Untuk sementara kita ikuti dulu perkembangan kasus saat ini.”

~~~~~~~~~~~~~

@ 1 week later

Aku menghembuskan nafas ketika merasakan udara disekitar ku mulai mendingin. Musim gugur kali ini entah mengapa terasa lebih dingin dari pada musim musim sebelumnya. Aku merapatkan mantelku untuk menghalau udara malam. Donghae oppa memintaku untuk datang ke SM agar bisa bersama pergi ke acara makan malam yang di adakan oleh oppadeul.

“Aish! Aku benci udara dingin!” kesal ku sambil menggosok gosokkan telapak tangan berharap dengan hal itu aku bisa menghangat kan diriku sendiri walaupun itu hanya sebentar.

“Kalu begitu biarkan aku menghangatkanmu.” Aku berbalik hampir saja memukul wajah pria yang tiba tiba memeluk ku dari belakang, namun segera terhenti ketika melihat siapa orang yang berani beraninya menyentuhku itu. Aku mendengus kasar kemudian memukul kepala pria itu sedikit keras.

“Ya! Sakit bodoh! Kau mau membunuhku huh?” Kata pria itu sambil mengusap kepalanya yang aku pukul tadi diiringi rintihan kesal olehnya.

“Membunuhmu? Baiklah, akan ku pertimbangkan setelah kita pulang nanti,” kataku menatap pria itu jahil.

“Aish! Kau memang menyeramkan.”

“Aku anggap pujian,” jawabku tersenyum manis. Pria di depanku ini menggeleng pasrah lalu melingkarkan tangannya di bahuku santai sembari menggiringku masuk ke dalam mini bus yang entah sejak kapan ada di belakangku.

“Hai oppadeul. Terimakasih sudah datang lebih cepat, karena aku hampir saja memutuskan untuk kembali kemobilku dari pada mati beku disini menunggu kalian.” kataku kemudian duduk di samping pria yang tadi memelukku. Aku merasakan ada yang memperhatikkan ku sejak aku masuk ke dalam mini bus ini. Setelah mencari tahu aku akhirnya menemukan seorang gadis yang kukenali sebagai salah satu artis yang berada satu manajemen dengan oppadeul. Aku mendesis kesal karena gadis itu nampak jelas jelas tidak suka padaku.

“Kau kenapa Hana-ya?” Tanya pria disampingku lembut.

“Tidak ada, aku hanya lelah. Banyak kasus yang ku hadapi hari ini,” bohong ku. Aku memeluk lengan pria ku ini lalu menyandarkan kepalaku di pundaknya.

“Kyu, hari ini memang ada acara apa sampai sampai kalian semua mengajakku untuk ikut?” tanyaku pelan tetap pada posisi yang sama.

“Kami berhasil memenangkan awards, untuk itu kami memutuskan untuk merayakannya.” Jelas pria yang lengannya masih betah ku peluk saat ini.

“Arra. Tapi aku kira hanya ada aku dan kalian saja.”

“Ah, aku lupa! Hana-ya, kenalkan mereka ini hoobae kami di SM.” Suara Jung Soo oppa membuatku membuka mataku dan menoleh kearahnya yang duduk di sebelah kami.

“Annyeong haseo, SNSD imnida.” Aku menatap mereka datar, muak melihat beberapa orang diantara mereka yang dari tadi jelas jelas memandang sinis ke arahku.

“Lee Hana imnida.” balasku pendek. Aku bisa merasakan suasana di bus ini menjadi sedikit tegang karena jawabanku barusan, tapi itu tidak lama karena Shindong oppa tiba berteriak kaget melihat kearah luar jendela. Aku ikut menoleh dan melihat ada beberapa orang berpakaian polisi hendak memperkosa seorang gadis. Aku mengambil ponsel putih ku yang ada di dalam tas dan menghubungi bawahanku.

“Dalam 3 menit aku ingin kalian mengirimkan beberapa polisi yang di daerah myeondong tepat di halte bus di sebelah toko binatang. Temukan pemerkosa berpakaian polisi. Dan katakan pada ketua Kim, aku tidak ingin melihat wajah ketiga orang itu besok ketika aku sedang inspeksi disana. Dan pastikan aku tidak melihat mereka dimanapun di semua dinas militer.” kataku tegas kemudian memutuskan sambungan telpon itu begitu saja.

“Mereka, polisi?” tanya Jung Soo oppa heran.

“Seperti yang oppa lihat.”

“Bagaimana nasib mereka nanti?” tanya Ryeowook oppa.

“Nasibnya, bukankah oppa mendengar kata kataku tadi. Mereka akan di buang dari kepolisian, dan tidak akan di terima di bagian manapun dalam kemiliteran Korea Selatan.”

“Mengerikan.” Aku mengangkat bahuku acuh mendengar desisan ngeri dari Ryeowook oppa.

~~~~~~~~~~~

Aku mengedarkan pandanganku di sekeliling restoran tempat kami sekarang berada. Cukup nyaman, dengan privasi yang benar benar terjamin, di tambah dengan desain modern minimalis dimana di setiap ruangan atau tempat duduk disini di beri kesan alami yang didukung oleh cat bewarna hijau daun menjadikan tempat ini tenang dan juga sejuk.

Kyuhyun menggandeng tanganku dan menuntunku agar duduk di sebelahnya, aku menurut tidak memperdulikan tatapan tajam dari gadis gadis di belakang ku itu. Aku tahu salah satu dari mereka ada yang menyukai Kyuhyun, walaupun aku lebih sering bermain dengan pistol dan juga senjata tajam dan panah ku. Tetap saja aku ini seorang wanita yang peka jika ada wanita lain yang menyukai kekasihnya. Itulah sebabnya kenapa aku bersikap dingin pada mereka.

“Kau ingin makan apa?” Tanya Kyuhyun mengalihkan perhatianku dari kegiatan menilai desain iterior restoran ini.

“Aku ingin jajangmyun saja.” kataku singkat.

“Kau sudah makan nasi?” tanya Donghae oppa memandangku tegas. Aku menghela nafas pasrah kemudian menggeleng.

“Pilihkan dia Bulgogi dan nasi saja Kyuhyun-ah.” Tanpa bisa membantah Kyuhyun mengangguk dan mengganti pesananku sesuai dengan yang Donghae oppa katakan.

“Dan kau membawa obatmu?” Tanya pria itu lagi membuatku mendengus kesal.

“Stop it Aiden! I’m not a child!” kataku ketus.

“Yeah, for you. Not with me! And Anggie just answer my question, where your medicine?” putusnya tegas tanpa bisa ku bantah sama sekali.

“Aku sama sekali tidak membawa obat itu. Luka ku sudah sembuh sekarang, jadi jangan khawatir.” kataku tenang. Donghae oppa menatap ku sambil menggeleng pasrah.

“Terserah.” Katanya dingin. Aku tahu dia marah, tetapi aku memang benci obat obatan, jadi aku tidak meminum lagi obat obat itu begitu dokter memastikan lukaku sudah kering ketika aku checkup kemarin.

“Sudahlah Hae, setidaknya untuk hari ini biarkan dia bebas dulu. Tapi lain kali aku pastikan dia akan meminum obatnya.” Aku yang awalnya tersenyum mendengar Jung Soo oppa membelaku akhirnya memberengut kesal. Kami menikmati hidangan sambil bercanda dan juga bercerita mengenai award yang di dapat oleh oppadeul. Aku tersenyum, karena semenjak aku melarikan diri, baru kali ini aku merasakan suasana hangat seperti ini lagi. Aku menggenggam kalung pemberian oemma yang melingkar di leherku dan tersenyum. Aku merogoh saku ku ketika merasakan ponselku bergetar menandakan ada telpon masuk. Aku sedikit mengernyit heran ketika melihat nama Hyurin yang tertera disana.

“Ada apa?” tanya ku langsung setelah sebelumnya memisahkan diri.

“Kau dimana sekarang? Kami mendeteksi ada peledak berdaya ledak tinggi di tempat kau sekarang berada. Apa kau tidak merasakannya?” Aku melirik gelangku yang berwarna perak berkedip kedip merah menandakan adanya bahan peledak di sekitarku.

“Brengsek! Aku di sebuah cafe di myeongdong, lacak nomor ponselku, dan kirimkan juga beberapa tim ketempat ku saat ini!” tanpa menunggu jawaban dari Hyurin aku langsung menerobos masuk kedalam ruangan tempat oppadeul dan hoobae manajemennya melakukan pesta.

“Semuanya!! Keluar dari tempat ini sekarang juga!!” Seruku sambil memeriksa semua sudut ruangan ini.

“Ada apa Hana-ya?”

“Ada bom di tempat ini. Cepat keluar!” Seruku sedikit kesal karena sama sekali tidak menemukan apapun di ruangan ini. Dengan tanggap Jung Soo oppa dan Donghae oppa langsung menarik hoobae mereka yang terlihat sangat panik. Aku yang tidak begitu memperhatikan mereka semua tetap berkonsentrasi dengan kemungkinan bahan peledak itu di pasang.

“Saya dari kepolisian Seoul, diharapkan semuanya keluar! Ada bom di cafe ini!!” Aku mengalihkan pandanganku pada beberapa orang berbaju hitam lengkap dengan seragam anti ledak di tubuhnya, juga beberapa mobil yang terparkir di depan cafe ini.

“Berikan aku satu set baju pengaman, aku akan membantu menemukan peledak itu.” seruku sambil berlari kearah bawahanku yang sudah siap dengan perlengkapan mereka.

“Kau ikut kedalam?? Jangan bodoh Hana-ya!!” Seru Donghae oppa dan Kyuhyun bersamaan. Aku tidak memperdulikan ocehan mereka dan langsung memakai pakaian pengaman untukku.

“Semuanya!! Periksa setiap sudut! Dan singkirkan semua orang dari daerah ini! Siapapun itu!!” Seruku sambil berjalan masuk.

Tidak terlihat apapun yang mencurigakan di tempat ini, sampai salah seorang dari tim penjinak bom berteriak jika dia menemukan kotak aneh di bawah meja kasir. Aku berlari kemudian sedikit heran ketika yang di pegang dari pria itu adalah boneka kayu. Aku meminta pria yang bertugas untuk menjinakkan peledak itu memberikan hasil temuannya padaku.

“Ini..”

“Nam Gil oppa! Panggil anak baru itu dan suruh dia ketempatku sekarang juga!” perintahku. Aku tahu gadis ini pasti tahu tentang bom ini, karena menurut data yang di berikan Harabojie padaku gadis ini sangat berbakat dalam merakit sekaligus menjinakkan peledak dalam jenis apapun.

Tidak lama gadis itu datang lengkap dengan seragam sama persis dengan yang aku pakai saat ini. Gadis itu duduk di sebelahku kemudian mengambil alih boneka kayu tersebut.

“Peledak ini mempunyai respon yang sangat bagus dengan panas tubuh manusia, aku rasa aku bisa menghentikan peledak ini.” Kata gadis itu sambil mengutak atik peralatan miliknya.

Aku memperhatikan kerja gadis ini, gadis ini cekatan dan sangat cepat tanggap. Aku tersenyum ketika melihat senyuman gadis itu yang berhasil menghentikan peledak itu. Gadis ini pantas berada di divisiku.

“Berhasil.” Aku mengangguk menanggapi perkataan gadis itu kemudian berbalik berjalan keluar sana.

“Bereskan semua kekacauan, cari bukti apapun yang bisa menangkap pelaku, dan periksa juga semua CCTV daerah sini, serahkan padaku secepatnya. Dan Andiera-si, kerja bagus.”

Aku berjalan menuju mobil polisi yang ada disana kemudian melepas semua seragam pengamanku. Aku sedikit terkejut ketika melihat beberapa wartawan dan juga masyarakat yang telah ramai di wilayah ini. Aku melirik bawahanku tajam yang hanya di balas dengan senyuman bersalah milik mereka.

“Aish! Menyusahkan!” desisku kesal.

“Hana-ya! Gwenchana??” aku menunduk sebal mendengar oppadeul yang datang dan memberondongiku berbagai pertanyaan.

“Gwenchana, aku rasa aku akan kembali ke kantor. Kalian bisa pulang duluan, terimakasih makan malamnya. Dan Donghae oppa, aku tidak akan pulang malam ini, banyak yang aku urus. Aku pergi.” Tidak ingin merepotkan diri dengan pertanyaan dari wartawan aku langsung masuk kemobil hitam milik Nam Gil oppa yang terparkir asal di hadapanku.

“Biar aku yang mengemudi.” Nam Gil oppa mengangkat bahunya santai kemudian melemparkan kuncinya kearahku.

~~~~~~~~~~

“Ada apa denganmu?” Aku tersenyum sekilas pada Nam Gil oppa yang menatapku penasaran. Pria ini memang peka dengan perubahan moodku. Jung Nam Gil, ia adalah anak didik kakek yang merawatku. Kami saling mengenal sejak aku menginjakkan kakiku di rumah besar milik Harabojie. Ia merupakan kakak kedua bagiku.

“Hanya merasa tidak nyaman dengan gadis gadis yang ada di sekeliling kakakku dan kekasihku.”

“Sebenarnya sejak tadi aku ingin pergi dari mereka semua. Aku tahu hal seperti ini mau tidak mau aku hadapi karena walau bagaimanapun mereka adalah hoobae kakak ku. Ada perasaan tidak nyaman saat bersama mereka.” kataku sambil tetap mamacu kendaraanku di sepinya jalanan kota Seoul di malam hari ini.

“Kau cemburu?”

“Mungkin, lebih tepatnya aku iri. Mereka bisa dekat dengan kakak dan juga kekasihku tanpa takut membahayakan nyawa mereka. Sedangkan aku? Aku harus menjaga jarak dengan mereka semua dan harus waspada setiap berjalan dengan mereka. Aku agen militer, tugasku adalah menangkap penjahat bahkan membunuh mereka jika mereka memberontak. Karena itu tidak sedikit penjahat yang mengincar nyawa orang terdekatku. Membayangkan itu membuat kepalaku sakit.” Aku merasakan tepukan lembut di kepalaku.

“Kau yang bodoh Hana-ya, kau lupa jika agen adalah tujuan hidupmu? Aku rasa mempunyai predikat sebagai agen nomor satu di Korea tidak buruk. Kau bisa melindungi orang orang yang kau sayangi, bukankah itu tujuan mu yang sebenarnya? Jalani saja Hana-ya, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing masing. Yang harus kita lakukan adalah, bagaimana membuat kekurangan kita itu menjadi kelebihan untuk kita. Mengerti!” Aku tersenyum  mendengar kata kata pria disamping ku ini kemudian mengangguk faham.

Aku memarkirkan mobilku di parkiran gedung yang sudah beberapa tahun ini menjadi tempatku bekerja. Setelah memarkirkan mobil aku langsung berjalan menuju ruanganku yang ada di lantai 3 bangunan ini. Sesampainya disana aku memilih duduk di kursiku sambil memikirkan segala kemungkinan pelaku  yang meletakkan peledak di cafe tempat aku dan oppadeul makan malam tadi.

“Ketua! Kami sudah memeriksa CCTV di sekitar tempat kejadian. Coba lihat ini!” Teriak Yura masuk begitu saja membuatku langsung bangkit dari dudukku menuju meja yang memang disediakan untuk membahas sebuah kasus.

“Lihat gadis yang memakai selendang hitam ini, dan lihat apa yang di bawanya.” Aku memfokuskan pandanganku ke arah gadis yang terlihat berjalan di pinggiran toko kemudian meletakkan sebuah paket di depan pintu cafe lalu berjalan pergi dari tempat itu.

“Cari tahu tentang gadis itu, periksa juga coordi dan manajer artis yang ada di SM. Aku punya kecurigaan terhadap beberapa orang, mungkin bukan pelaku utama, setidaknya dengan itu mungkin kita akan mendapatkan gadis itu. Cepat atau lambat!”

~~~~~~~~~~~~~~

Aku memijat pundakku yang benar benar terasa kaku sambil menyenderkan tubuh di jok mobil berwarna putih milik ku. Rencananya hari ini aku langsung yang akan turun tangan untuk mengintrogasi semua saksi saksi yang aku curigai dalam masalah kemarin. Aku melihat banyak sekali gadis gadis muda yang berdiri di depan gedung yang di dalamnya banyak sekali idola idola papan atas. Sedikit kesal karena aku akan susah masuk kedalam sana, mengingat mereka semua tahu jati diriku sebagai adik seorang lee Donghae. Sejujurnya aku benar benar tidak keberatan dengan status yang ada padaku sekarang, hanya saja aku tidak nyaman menjadi perhatian orang lain. Itu terasa tidak menyenangkan, karena aku bukanlah tipe seorang gadis yang akan repot repot menjaga imagenya di depan orang lain.

Aku mengambil surat pemeriksaan yang ada di dashboard mobilku dan menyelipkannya di saku jaket hitam milikku, segera aku keluar dari mobil ku dan berjalan menuju kerumunan gadis gadis yang masih heboh meneriakkan nama bias bias mereka. Tidak hanya orang korea saja yang ada disini, tapi aku bisa melihat berbagai macam suku bangsa ada di tempat ini.

“Lihat itu Hana onnie!” Teriak salah seorang dari mereka yang berhasil membuatku mengumpat kesal karena melihat mereka yang berebut untuk mengambil fotoku. Aku berusaha tersenyum sebaik mungkin – walau tidak ingin – untuk menjaga nama baik kakak lelakiku yang menjadi idola mereka semua, yah setidaknya sebagai rasa terimakasihku karena telah mendukung oppadeul selama ini. Sesampainya aku di dalam gedung itu aku kembali memasang ekspresi datarku benar benar tidak ingin beramah tamah dengan orang asing.

“Sudah datang? Kita bisa langsung menuju ruang rapat di lantai tiga.” Aku mengangguk begitu Diera menyambutku di depan lobi. Aku memang meminta Diera dan Hyurin untuk terlebih dulu datang ke perusahaan itu dan membicarakan masalah ini dengan Presdir Lee. Aku tidak memperdulikan tatapan beberapa orang ke arahku. Aku tahu banyak orang orang yang tidak menyukai kehadiranku di tempat ini. Entah itu karena statusku atau itu karena oppa dan juga kekasihku.

Aku membuka pintu berpelitur coklat itu dan menemukan member Super Junior, SNSD, EXO dan juga Shinee lengkap dengan coordi dan juga manajer merka semua. Aku masih dengan ekspresi datar ku duduk di sebelah Presdir Lee yang sekarang sedang membuka rapat pada kali ini dan jujur saja aku sedikit bosan berada disini, aku tidak suka bertele tele, ingat?

“Langsung saja, aku sudah menyelidiki semua orang yang ada disini dan aku mencurigai tiga orang dari pihak coordi. Kim Jieun-sii, Han Yuri-sii dan juga Kim Junsu-si.” Kataku tenang mengabaikan tatapan protes dari mereka bertiga.

“Kenapa harus kami bertiga?” Tanya orang yang bernama Han Yuri. Aku tersenyum kemudian berdiri dan mendekat ke arah oppadeul dan juga member SNSD.

“Bagaimana kalau aku bilang ada cinta segitiga disini?” Aku tersenyum begitu melihat mereka bertiga terlihat pucat. Dasar bodoh! Makiku dalam hati. Selama sebelas tahun aku menjadi agen aku belajar bagaimana psikis semua orang, dan aku tahu siapa yang sebenarnya bersalah dalam hal ini.

“Maaf sebelumnya, tapi apa maksud anda Agen Lee? Bukankah kejadiannya baru kemarin? Kenapa kau bisa langsung yakin jika salah satu dari kami adalah pelakunya.” Tanya Kim Junsu terlihat tenang. Aku berjalan kearah Kyuhyun kemudian memeluknya dari belakang. Aku tersenyum sekilas melihat mata seseorang yang terlihat berkilat menahan marah karena aku memperlakukannya seperti itu. Aku menarik tangan Kyuhyun kemudian mencium bibirnya lembut dan melumat bibirnya dalam, tidak perduli dengan protesan orang orang yang ada disini.

“BERHENTI!!” Aku melepaskan ciumanku kemudian tersenyum kearah pria yang memandangku tajam saat ini.

“Berhenti berpura pura Kim Junsu-sii. Dari awal aku sudah tahu jika kau adalah orang yang membocorkan tentang kegiatan oppadeul dimalam itu pada gadis yang berniat mencelakaiku. Kau menyukai kekasihku kan? Tidak usah berbohong. Pada saat duduk di kelas 1 High School kau pernah di kucilkan teman temanmuu karena kau merupakan penyuka sesama jenis. Kau keluar dari sekolahmu setelah merasa tidak kuat dengan ejekan teman temanmu. Tapi sayang kau tidak berubah. Hingga tahun kemarin kau mencoba melamar di perusahaan ini dengan bakat tata rias mu.”

“Kau mencoba mendekati Kyuhyun namun merasa sakit hati karena ternyata Kyuhyun sudah menjalin hubungan denganku. Aku memeriksa seluruh panggilan keluar dari seluruh staff dan meminta rekaman nya. Hanya rekamanmu yang paling mencurigakan. Perlu aku memutar pecakapanmu dengan gadis itu disini?” kataku sambil mengacungkan ponselku yang berisi rekaman pembicaraannya dengan gadis itu.

“Kau benar! Aku yang melakukannya! Tapi aku tidak tahu jika semua akan berakhir seperti ini. Gadis itu bilang jika dia hanya ingin melenyapkanmu bukan para member!” Kata namja itu menunduk gemetar.

“Kau benar dia memang mengincarku, tapi kau salah langkah. Salah karena melibatkan kakakku dalam masalah ini. Aku tegaskan sekali lagi. Jangan pernah bermain main dengan nyawa kakak dan kekasihku. Atau aku tidak akan segan segan memenggal kepala orang itu. aku tidak pernah main main Junsu –sii, seharusnya kau lebih pintar memilih.”

“Diera! Hyurin! Bawa bajingan ini dan jebloskan dia kepenjara!” lanjutku lagi masih tetap dengan nada datar yang keluar dari mulutku. Hyurin dan Diera mengangguk kemudian mengeluarkan borgol dan membawa pria itu.

“Waahh!! Noona kau keren!” Aku mengernyitkan dahiku ketika mendengar kalimat itu meluncur tanpa rem dari mulut seorang namja.

“Kau keren Noona!” Katanya lagi namun sayang kepala namja itu malah di jitak oleh seseorang.

“Perhatikan omonganmu Taemin-ah!” Kata orang itu pada namja yang bernama Taemin.

“Tapi itu kenyataan Hyung! Noona itu keren!” Serunya lagi.

“Maafkan magnae kami agen Lee dia memang kekanakan.” Kata orang yang di panggil hyung olehnya tadi.

“Gwenchana. Adikmu lucu.” Kataku tersenyum. Aku berbalik dan membereskan barang barangku dan berjalan meninggalkan ruangan itu setelah sebelumnya pamit pada semua orang

“Hana-ya!!” Aku berhenti kemudian berbalik mendengar suara oppaku memanggil.

“Kau mau kemana setelah ini?” Tanyanya pelan sambil merangkulku.

“Sepertinya aku ingin pulang sebentar. Rasanya leherku kaku.” keluhku. Oppa tersenyum kemudian memijit mijit pelan tengkukku.

“Pulanglah, hati hati dijalan.” Katanya.

“Eum, aku akan menyuruh orang untuk mengawasi kalian.” Kataku yang didamini dengan anggukan darinya.

“Pulanglah bersama Kyunie, dia tidak ada jadwal hari ini.” kata oppaku.

“Baiklah, kami pulang dulu. Oppa jaga diri eo!” Aku mengecup bibirnya cepat dan berjalan bersama Kyuhyun .

~~~~~~~~~~~

Sesampainya di apartemenku aku langsung masuk kekamarku dan merebahkan tubuhku di kasur beralaskan sprei berwarna hitam. Warna kesukaanku dan juga Kyuhyun.

“Ingin aku pijitkan?” Tanyanya sambil ikut merebahkan diri di sampingku.

“Tidak usah, terimakasih. Tapi bisakah kau bernyanyi untukku?” Kataku. Ia tersenyum kemudian mengangguk menyangkupi permintaanku hingga akhirnya suara dan pelukannya membawaku kedunia mimpi.

TBC

Advertisements

3 thoughts on “^^(Lee Family) Give Me Heaven [Sequel Back To My Home] (1/?) [Remake]^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s