~ Me And My Vampire Family~ Part 6^^

 

Part 1

Part 2

Part 3

Part 4

Part 5

 

Hana POV

“Kau? Bukankah kau yang ada di atas bukit tadi?” tanyaku terkejut. Namja ini sangat berbeda, dia terlihat sangat mirip dengan kami tetapi anehnya jantung itu berdetak, dan di dalam tubuhnya aku bisa merasakan darah yang mengalir. Namja itu menatapku tajam seolah olah tidak menyukai kehadiranku disini.

“Appa!!”

“Mwo?? Appa?? You call him appa??” seruku sedikit terkejut. Tentu saja, aku bahkan tidak bisa memikirkan jika Jung Soo oppa ternyata telah menikah dan itu dengan manusia.

“Ne Hana-ya. Perkenalkan dia putra ku satu satunya, Jinki. But you can call him ‘Chase’ dia lebih suka jika di panggil begitu.” Kata Jung Soo oppa jahil.

“Siapa meraka? Apa mereka yang akan membantu kita untuk menghancurkan kutukan itu?” tanya pemuda itu sangat tidak sopan. Aku hanya melihat Jung Soo oppa yang hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya maklum dengan sikap anak lelakinya itu.

“Kau benar Chase, mereka yang akan membantu kita.” kata Jung Soo oppa lembut.

“Cih! Jika Hyungdeul, mungkin aku bisa percaya! Tapi gadis ini? Dia pasti hanya akan merepotkan kita nantinya!” katanya tajam. Aku bersumpah jika bukan mengingat dia anak dari orang yang aku hormati aku akan merobek mulutnya yang tajam itu.

“Ada yang ingin kau katakan gadis kecil?” Katanya jelas jelas mengejekku. Dan sial nya aku benar benar tidak tahu kalau pria kurang ajar ini bisa membaca fikiran ku.

“Kau! Aku rasa kau bukan anak dari Jung Soo oppa! Mulut mu benar benar tajam! Dan asal kau tahu jika kau bukan anak dari orang yang aku hormati aku tidak akan segan segan untuk memenggal kepalamu!” kataku geram menyuarakan fikiranku tadi. Ia tersenyum meremehkan lalu berjalan kearahku dan berdiri dihadapanku dengan sikap angkuh.

“Oh ya? Benarkah? Bagaimana jika kau buktikan kata katamu barusan?” Aku tersenyum sinis begitu melihat wajah namja menyebalkan yang tengah menantangku.

“Don’t do it Angel! Dia sudah lebih berpengalaman di banding dirimu.” kata Donghae oppa di belakangku.

“Relax Aiden, I can handle this. Ok Jinki, aku terima tantanganmu.” Ia tersenyum, kemudian berjalan menuju sebuah lapangan yang berada di tengah hutan yang cukup jauh dari kastil.

“Kau yakin Angel, ingat kau bahkan baru sampai disini beberapa jam yang lalu.” Aku melihat Hyukjae oppa sambil tersenyum riang seakan tidak ada masalah apapun kemudian mengangguk pasti.

“Tenang saja Hyung! Lagi pula aku rasa Hana bukan lawan yang bisa di anggap sepele oleh Jinki. Jadi, mari kita lihat tontonan yang sangat jarang sekali terjadi.” Tidak memperdulikan kata Kyuhyun aku mulai mengumpulkan tenagaku untuk melawan anak manja ini.

~~~~~~~~~~~~~

“Baiklah nona manja kita mulai. Tidak ada peraturan disini.” jelasnya. Aku mengangguk kemudian menggerakkan jari jariku memanipulasi semua tanaman disini agar bisa menjadi senjataku.

“Manja? Aku rasa kau salah jika mengatakan aku gadis manja! Seharusnya kau lebih bercermin, siapa yang manja disini. Kau atau aku!!” kataku kemudian menggerakkan kakiku menerjang pria yang sedari tadi membuatku naik darah. Berkali kali pukulan dan tendanganku bisa di tahannya dengan baik, sampai sebuah pukulan darinya bersarang di perutku.

“Brengsek!” desisku kesal. Pria manja itu tersenyum mengejek kemudian menggerakkan tangannya seolah olah ingin menantangku. Tidak ingin terjebak dengan permainannya, aku berdiri tenang mengabaikan rasa mual yang mendera diriku akibat dari pukulan tadi. Aku menggerak gerakkan tanganku hingga dari tanganku keluar bunga berwarna jingga yang sangat cantik, namun beracun.

“Bunga? Kau ingin menyerangku dengan bunga? Kau tidak salah? Lebih baik kau menyerah saja, aku bisa membaca fikiranmu dari sini,” katanya santai berusaha memasuki fikiran ku lagi namun sayang sudah tidak bisa.

“Kau tahu, terkadang bunga yang cantik juga bisa membunuh. Apalagi membunuh makhluk sepertimu!” desisku aku menggerakkan tangan tanganku membentuk akar akar yang berada di sekeliling namja itu berubah menjadi pedang tajam dan juga beracun. Namja itu tidak tinggal diam, aku bisa melihat api yang keluar dari tangan kanannya dan juga halilintar yang keluar dari tangan kirinya. Sekarang aku tahu dia menguasai beberapa elemen alam.

“Kau takut nona?” ejeknya ketika menyadari wajah terkejutku. Aku mencoba mengembalikan raut wajahku seperti semula.

“Hanya dalam bayanganmu!” desisku kemudian menyerangnya dengan tendangan dan juga pukulan.

Buuk!!

“Akh!” aku meringis tertahan ketika tendangannya tepat mengenai perutku lagi. Aku segera bangkit dan membalas semua tendangannya. Hingga akhirnya serbuk bungaku dapat mengenainya begitu juga dengan tendanganku.

“Kena kau!” kataku ketika melihat namja itu tergeletak di tanah. Dia tidak mati, hanya sedikit berhalusinasi karena serbuk sari yang aku tebarkan kearahnya.

“Tidak salah aku mengajarimu. Bagaimana dengan Jinki?” tanya Kyuhyun yang berada di sampingku. Ada untungnya menjadi vampire seperti ini, semua luka dan juga bekas pukulan yang tadi di berikan oleh anak manja itu hilang begitu saja meski meninggalkan nyeri yang bisa dibilang lumayan sakit.

“Tenang saja dia akan siuman setengah jam lagi. Itu lumayan untuk memberikan pelajaran padanya agar dapat menghormati orang lain di tambah pelajaran bahwa ia harus sopan jika berbicara pada appanya.” kataku kemudian bangkit sedikit memegang perutku.

“Kau terluka?” tanya Kyu sambil mengusap perutku. Aku tersenyum kemudian menggeleng,

“Gwenchana, aku harus terbiasa bukan? Dimana Taemin dan Hyurin?” tanyaku begitu menyadari kedua bocah itu tidak ada disini. Donghae oppa ikut mencari mereka berdua dengan menggunakan suara fikirannya.

“Mereka dipantai.” kata Donghae oppa begitu merasakan gelombang fikiran Hyurin dan juga Taemin.

“Pantai? Kenapa tidak bilang dari tadi? Aku juga ingin kesana!” kataku kemudian menarik lengan Kyuhyun berjalan bersamaku. Aku bisa merasakan Donghae oppa, Hyukjae oppa dan juga Jung Soo oppa mengikutiku dari belakang. Akhirnya setelah berjalan sambil memandangi pemandangan yang ada disini kami sampai di bibir pantai pulau Corsica. Ternyata berada di negara orang itu tidak seburuk yang aku kira, Italia, tepatnya di desa Bonifacio aku dan keluargaku untuk sementara tinggal di pulau ini, dari istana yang kami tinggali kami bisa melihat laut secara langsung karena tempat ini memang berada di tepi tebing yang membatasi laut dan juga daratan.

Aku tersenyum begitu melihat Hyurin dan juga Taemin yang sedang duduk sambil bersandar satu sama lain.

“Ingin seperti itu juga?” aku menoleh ke arah seseorang yang berdiri di sampingku sambil tersenyum membalas senyuman hangat yang selalu di perlihatkannya padaku.

“Bohong jika aku tidak ingin. Tapi kali ini yang ada di fikiranku adalah aku ingin semua ini tidak berakhir begitu saja. Aku ingin jika pada saatnya Taemin menjadi bagian dari kita semua, yang sudah ada tidak akan berubah.” Aku menutup mata begitu merasakan gerakan lembut di kapalaku. Kemudian tersenyum dan bersandar di dada kokoh pria yang akan menjadi suamiku setelah semua ini berakhir nanti.

“Tentu, kita semua akan kembali bersama dan aku pastikan setelah ini semua berakhir kau akan segera menjadi milikku.” Aku mengulas senyumku dan mengangguk pelan.

Matahari terbenam disini sangat indah. Pantai ini adalah pantai pribadi yang di beli oleh Jung Soo oppa sebagai tempat wisata pribadinya –itu yang kutahu dari Kyuhyun- hingga aku berfikir jika pria itu memang pantas di sebut Raja. Aku tersenyum pada Taemin yang melambaikan tangannya ke arahku.

~~~~~~~~~~~~~

Aku merebahkan tubuhku di kamar yang akan aku tempati bersama Kyuhyun selama kami tinggal di negara ini. Kamar ini indah, aku akan berterimakasih nanti pada Jung Soo oppa mengenai kamar ini.

“Kau suka kamarnya?” Aku mendudukkan tubuhku lalu mengangguk ketika melihat Kyu masuk kedalam kamar ini.

“Kau ingin beristirahat dulu?“ Tanya pria itu sembari menundukkan tubuhnya di ujung ranjang. Aku menggeleng dan beringsut masuk kedalam pelukannya.

“Baguslah, karena Denish menyuruh kita berkumpul di alun alun sekarang.” Aku mengernyitkan dahiku kemudian memandang priaku ini bingung.

“Hanya adat perkenalan. Denish hyung hanya ingin memperkenalkan kita pada semua rakyat yang ada di sini.” Lanjutnya mengerti dengan ekspresiku. Aku berfikir sejenak kemudian mengangguk mengiyakan.

“Baiklah, tapi aku harap tidak ada yang berniat menjadikan adikku makan malam disana.” Kataku mengangkat bahu santai kemudian berjalan beriringan dengan nya. Aku berjalan pelan di sepanjang koridor kastil yang di cat putih ini sembari melihat lihat lukisan yang terpampang di sepanjang dinding koridor ini. Langkahku berhenti ketika melihat lukisan wajah yang sangat amat aku kenal.

“Kenapa lukisan ayahku juga di pajang disini?” tanya ku pada Kyuhyun yang ikut berhenti dan menoleh kearah lukisan yang sedari tadi mencuri minat ku. Ayahku bukan anggota kerajaan, setidaknya itu yang di ceritakan oppa padaku.

“Kau akan tahu nanti, appamu sendiri atau mungkin Jung Soo Hyung yang akan memberitahukannya.” Jawab kekasih ku itu. Aku mencoba membuka fikirannya agar dapat ku baca, tapi ternyata dia selangkah lebih cepat dariku membuatku merengut kesal, tapi ia malah tertawa kemudian mencium bibirku sekilas.

“Lebih baik kita cepat sampai disana supaya kau tahu kenapa lukisan ayahmu terpajang di dinding ini.” katanya menatapku sambil tersenyum manis. Aku mengangguk dan kembali melanjutkan perjalananku ke alun alun.

Sesampainya disana aku di sambut oleh sekerumunan orang orang yang bisa ku tebak adalah rakyat dari kerajaan ini. Sedikit takjub ketika melihat vampire sebanyak ini, mengingat sebelumnya aku hanya mengenal keluargaku, Jongwoon oppa, Sungmin oppa dan juga Jung Soo oppa, jangan lupakan anak Jung Soo oppa, dan juga Kim Heechul dan adiknya. Aku melirik seseorang yang memperhatikan Taemin dari jauh, dan aku juga bisa melihat jika matanya berubah merah ketika melihat urat nadi yang tercetak jelas di kulit putih adikku itu. Segera aku melepas tangan Kyuhyun dan langsung menarik Taemin agar mendekat padaku lalu menyembunyikan tubuhnya di belakang tubuhku. Pria yang sedari tadi memperhatikan Taemin terlihat terkejut dan menatapku bengis seolah tidak terima makanannya di rebut.

“Tenanglah Hana-ya, Taemin aman disini.” Bisik Hyukjae oppa di sebelahku.

“Aku bisa tenang jika pria itu tidak memperhatikan adikku seperti santapan lezat seperti itu!” desisku kesal. Aku bisa melihat Hyukjae oppa hendak membuka mulut ingin mengutarakan pendapatnya yang langsung berhenti ketika suara Jung Soo oppa menggema.

“Beberapa hari lagi, kita akan menghadapi perang yang sesungguhnya. Aku mendengar vampire hitam sudah mengumpulkan kekuatan mereka untuk melawan kita. Tapi kita tidak perlu cemas. Yang terpilih beserta penyempurna ada di pihak kita saat ini. Sesuai legenda, merekalah yang akan menghancurkan kekuatan hitam itu. Mungkin kalian sudah mengenal kelima yang terpilih, tetapi belum mengenal siapa sang penyempurna.” Aku melihat Jung Soo oppa yang mengalihkan pandangannya kearahku dan menyuruhku maju.

“Ini Lee Hana putri dari sepupuku Lee Min Ho. Dia adalah sang penyempurna sekaligus perämies dari Marcus Cho. Ia mengendalikan tanaman, tanah dan juga angin.”

“Aku Lee Hana, but you can call me Anggel. Ini Lee Hyurin dan Lee Taemin adikku…”

“Kenapa kau membawa manusia kemari??!!” Seru seseorang dengan nada benar benar tidak suka. Seolah olah menganggap Taemin adalah sesuatu yang membahayakan.

“Dia memang manusia, aku sendiri yang akan mengubahnya. Dan aku minta agar tidak ada satu orang pun di sini yang berniat mengincar nyawa adikku. Jika aku mengetahuinya, aku bersumpah akan memisahkan kepala dan tubuh orang itu lalu melemparnya kedalam api.” Desis ku sambil menatap orang yang dari tadi menatap adikku tajam. Pria itu balik menatapku tajam kemudian pergi dari tempat ini begitu saja.

“Tidak lama lagi, sesuai waktu yang pernah di tentukan oleh raja, dua hari lagi aku akan mengubahnya. Aku harap kalian mau memberiku waktu sampai saat itu tiba.” Putusku sedikit membungkukkan tubuh sopan lalu kembali menarik tangan Taemin yang sedari tadi tidak lepas dari penganganku. Moodku benar benar jatuh kedasar yang paling rendah, aku bahkan tidak bereaksi apa apa ketika Jung soo oppa mengatakan kalau ayahku adalah sepupunya.

Aku terus membawa Taemin ke arah pantai yang kemarin aku kunjungi bersama saudaraku dan juga Kyuhyun. Aku duduk lalu menggerak gerakkan tanganku kearah air laut dan seketika tanaman yang ada di laut itu tumbuh besar dan keluar dari tempatnya. Namun tak lama, aku mengembalikan tumbuhan itu seperti semula. Aku tahu Taemin sedari tadi memperhatikanku, tapi aku masih belum berminat untuk membuka percakapan terlebih dahulu.

“Masih marah?” Setelah sekian lama akhirnya anak itu memutuskan untuk mengalah dan membuka pembicaraan. Aku menangkat kepalaku kemudian tersenyum.

“Aku tidak marah. Hanya kesal pada pria yang jelas jelas berniat untuk menjadikanmu makanannya. Saat itu aku benar benar ingin mematahkan tulang lehernya dan membuatnya menjadi serpihan debu.” Kataku ketus. Taemin tersenyum kemudian menghela nafas nya panjang.

“Gwenchana noona, semua akan baik baik saja. Aku yakin kalian semua bisa melindungiku, aku percaya pada kalian. Karena itu aku memutuskan untuk ikut kemari. Jadi noona tenang saja.” Katanya berusaha membuat ku tenang.

“Aku tahu Taemin-ah. Tapi, semuanya tidak semudah yang kau bayangkan. Aku berjanji pada noona kandungmu untuk melindungimu, aku akan sangat bersalah jika aku lengah kemudian mereka menangkapmu dan menjadikanmu santapan mereka. Membayangkan itu membuat hatiku sakit. Selain itu aku juga sangat menyayangimu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk menjagamu dan menjadikanmu seorang pemuda yang baik. Selalu menjadi noona yang baik untukmu, aku akan sangat membenci diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu.”

“Aku akan bicara pada appa untuk menjadikanmu bagian dari kami saat ini juga.”

~~~~~~~~~~~

“Aku akan menjadikan Taemin bagian dari kita hari ini juga!” Tegasku begitu masuk kedalam aula. Aku bisa merasakan jika semua tatapan yang ada di ruangan ini beralih kearahku. Jung Soo oppa berdiri dan mendekat lalu menatapku penuh tanya.

“Ada apa sayang? Kenapa tiba tiba kau ingin melakukannya hari ini juga?” tanya pria itu lembut. Aku memejamkan mataku mencoba menenangkan emosiku.

“Aku mohon oppa, biarkan Taemin menjadi seperti kita hari ini, aku akan bertanggung jawab sepenuhnya. Aku bersumpah akan mengendalikannya dengan baik, aku tidak akan membiarkannya menjadi penghisap darah manusia di luar sana. Aku mohon, biarkan aku..” Jika aku bisa menangis aku yakin aku pasti akan memangis saat ini. Mataku benar benar perih, kekhawatiran itu menyusup begitu saja. Aku takut, aku takut semuanya terlambat. Entah mengapa aku benar benar yakin ada yang sedang mengincar nyawa adik ku itu saat ini.

“Noona!!” Aku tidak memperdulikan panggilan Taemin yanga da di belakangku. Aku menundukkan tubuhku kemudian bersimpuh di kakinya.

“Kumohon, biarkan aku.” Aku mendengar suara tarikan nafas panjang sesaat sebelum pria di depan ku ini mengeluarkan suaranya.

“Kau boleh melakukan keinginan mu itu. Jadi kau bisa berdiri sekarang.” Aku mengangkat kepalaku lalu berdiri tegap memperhatikan ekspresi Jung Soo oppa yang sedang tersenyum tulus padaku. Aku membalas senyumannya kemudian memeluknya erat.

“Kau benar benar baik oppa! Aku menyayangimu!” Aku berbalik meninggalkan ruangan itu dan membawa Taemin ke kamarku dan Kyuhyun.

Sesampainya di ruangan itu aku melihat saudaraku termasuk Kyuhyun, Diera dan juga Hyurin sudah ada di sana. Tidak terkejut jika mengingat fikiranku yang terhubung pada Donghae oppa dan juga perämiesku.

“Kau yakin?” tanya Diera pelan. Aku tersenyum kemudian mengangguk.

“Aku tidak ingin mengambil resiko. Cukup tatapan pria tadi, aku tidak ingin ada lagi orang orang yang berniat tidak baik pada adikku.” Jawabku.

“Baiklah, mungkin ini agak sedikit sakin Taemin-ah. Tapi semuanya akan baik baik saja ketika kau bangun nanti.” Jelas Hyukjae oppa. Taemin mengangguk kemudian matanya kembali menatapku. Aku benar benar berharap tubuhnya bisa menyesuaikan diri dengan racun yang berasal dari tubuhku. Jika tidak, aku benar benar tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi nantinya. Aku mendekat kemudian memeluknya sayang, anak itu juga membalas pelukanku, dan aku bisa merasakan jika air matanya membasahi leherku saat ini.

“Semua akan baik baik saja, aku akan menjagamu.” Bisikku. Perlahan, gigiku terasa gatal dan dengan pasti taring taring yanga ada di mulutku memanjang begitu saja.

“Noona, aku belum pernah mengatakan hal ini bukan? Aku akan mengatakannya sekarang.”

“Aku menyayangimu Noona, walaupun kau bukan noona kandungku, bagiku kau seperti noona dan orang tua untukku. Terimakasih sudah membesarkanku dan menjagaku sampai saat ini. Aku benar benar mencintaimu Noona-ya.” lirihnya dalam pelukanku. Aku mengepalkan tanganku kuat menjaga agar aku tidak menarik diri untuk membatalkan niatku.

“Aku juga menyayangimu Adik.” Segera setelah menyucapkan kalimat itu aku menancapkan taringku ke nadi yang ada di lehernya dan mengalirkan racunku. Aku terkesiap ketika mendengar teriakan keras dari Taemin, membuatku refleks menghentikan kegiatanku pada nadinya.

“Tenanglah Hana-ya, aku masih bisa mendengar suaranya. Aku juga yakin jika tubuhnya bisa menyesuaikan diri dengan racunmu.” Kata Kyuhyun berusaha menenangkanku.

“Aku harap kau benar Kyu.” Kataku menatap tubuh Taemin yang sedang berada dalam gendongan Hyukjae oppa.

Author POV

“Apakah semuanya sudah siap Jong Hyun-ah?” tanya Heechul pada adiknya yang sedang sibuk menikmati ‘makan malamnya’.

“Sudah siap Hyung, aku sudah menyiapkan semuanya. Mata mataku yang ada di kastil itu mengatakan jika mereka sudah mulai bersiap siap dan berlatih.” Lanjut pria itu sambil mengorek ngorek tubuh sang korban mengambil jantungnya untuk dimakan.

“Aku tidak menyangka jika jantung pelacur ini sangat nikmat.” Desis pria itu menjilati tangan nya nikmat. Melihat itu Heechul bergidik jijik melihat ‘selera’ dari sang adik.

“Ck! Aku tidak menyangka selera mu itu benar benar rendah! Kau bisa menculik orang baik baik dan mengambil jantung mereka bukan? Kenapa kau harus memakan pelacur itu?” dengus Heechul.

“Setidaknya aku bisa memanfaatkan tubuhnya dulu untuk melayaniku Hyung.” Jelas pria itu mengangkat bahunya acuh.

~~~~~~~~~~~

Hana terlihat berjalan dengan gelisah di kamar yang harusnya ia tempati bersama perämies nya yang sekarang beralih menjadi kamar Taemin yang sedang menjalani masa transformasinya. Gadis itu meremas kedua tangannya berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri. Ini sudah hari ketiga, namun reaksi yang di berikan oleh lelaki muda itu benar benar di luar prediksi mereka. Selama dua hari ini Taemin selalu mengigau dan berteriak teriak kepanasan dan juga kesakitan, namun hari ini lebih parah. Menurut info dari Denish racun itu sekarang sedang berada di jantung, itulah sebabnya Taemin terus berteriak kesakitan.

“Tidak lama lagi Hana-ya, ini sudah masuk ke tahap terakhir. Aku yakin sebentar lagi ia akan sadar sepenuhnya.” Jelas Lee Min Ho, ayah Hana.

“Aku benar benar tidak menyangka jika ia akan kesakitan seperti ini appa. Padahal aku benar benar yakin saat transformasiku reaksiku tidak seperti ini.” kata gadis itu frustasi.

“Reaksimu memang bukan seperti itu sayang, tapi ingatlah. Kau menjalani masa transformasimu yang paling lama.”

Hana benar benar khawatir pada adiknya itu. Melihat reaksinya gadis itu takut jika Taemin tidak bisa menerima racun miliknya, dan itu bisa berakibat fatal bagi anak itu. Jika racun vampire tidak cocok bagi tubuh yang di aliri, maka si pemilik tubuh akan meninggal dengan kondisi organ dalam hancur. Karena fungsi dari racun itu sendiri adalah untuk memperbaiki sistem tubuh manusia, juga menghancurkan apa yang tidak dibutuhkan oleh orang itu.

TBC

 

 

Advertisements

10 thoughts on “~ Me And My Vampire Family~ Part 6^^

  1. Ahhh…akhir’n^y keluar jg lnjtn’ny chingu-ya… Tp knp part hana n kyuhyun dkit bgt ya…??? ^^
    Klo bleh saran,feel hana n kyu lbh dlm lg donk,part ini kerasa hambar feel’ny…
    Mian klo saran’ny gk bagus ya… ^ ^

  2. akhirnya yang ditunggu 2 nongo juga
    semoga LTM nya nggx papa
    kepingin baca kemesraan lee hana dan pasanganya tapi kurang
    nggx papa kok
    keseluruhan GOOD

  3. akhirnya ff’a di lanjutin juga … “-”
    ciritanya seru dan bikin penasaran tapi sayang kependekan
    lanjut ya tapi jangan lama kalo bisa …..^^
    soalnya udah gak sabar baca lanjutan’a…
    SEMANGAT …..

  4. Anyeong haseo !!!!
    Sandra imnida a.k.a jung haneul ^_^
    I’m new reader… Bangapta ! *bow

    Ceritanya bagus,bahasanya mudah di fahami dan feelnya terasa.
    Saya baca dr Part 1 sampe ini saya cuma nemuin 2 typos dan 5 kata yang gak sesuai Eyd… Dan ini udah bisa di buat novel sebenernya karena bahasanya dan alur ceritanya teratur… Untuk pergantian sudut pandang juga udah cukup bagus tapi kalo di baca ulang kayak twilight ya ? Tapi beda banget dan itu yang bikin menarik dari ff ini^^^^^

    pertahankan tapi kalo gak keberatan di tingkatkan!!!!! ^_^

    HWAITING HWAITING HWAITING └(^o^)┘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s