^^(Lee Family) Give Me Heaven [Sequel Back To My Home] (2/?) ^^

Aku merenggangkan otot otoku yang kaku setelah tertidur semalaman sambil melihat pemandangan dari apartemenku yang memang tidak berada jauh dari apartement oppaku dan juga oppadeul. Ini keputusan Donghae oppa karena katanya supaya ia lebih mudah memantauku. Aish, padahal dia tahu aku ini sudah dewasa dan juga aku ini seorang agen yang tidak bisa di anggap remeh, dan dengan bermodalkan hal itu aku rasa tidak ada alasan lagi untuk kakakku yang tampan itu menyuruhku tinggal tidak jauh darinya.

“Sudah bangun?”

Continue reading

Advertisements

^^ (Drable)Nightmare^^

Gelap, tidak ada siapapun atau apapun disini. Hanya ruangan gelap yang tidak tahu berujung dimana. Aku berusaha berjalan dan menyesuaikan penglihatanku dengan kegelapan yang ada di sekitar ku saat ini. Aku benci gelap, dari kecil aku memang terlalu fobia dengan keadaan ini. Sedikit kekanakan memang, tapi menurutku kegelapan adalah sebuah momok yang menakutkan melebihi apapun.

“Oppa! Kenapa disini gelap sekali? Apa kau mematikan lampunya?” aku berusaha memanggil kakak laki lakiku berharap ia akan datang seperti biasanya membawakan sebuah lilin sebagai penerang untukku. Tapi nihil, tidak ada seorangpun yang menjawab panggilan ku, tidak oppaku atau siapapun.

Aku mulai gemetar ketika sadar aku disini sendiri tidak ada siapa pun yang menemaniku. Di tengah perasaan kalut, aku melihat sebuah cahaya dari ujung sana. Aku tersenyum, kemudian berlari sekuat tenaga agar bisa mencapai cahaya itu. Aku berhasil keluar dari sana, tetapi dahiku berkerut bingung melihat dimana aku berdiri sekarang, pemakaman. Aku mengelilingi makam itu perlahan sambil melihat lihat nisan nisan yang tersusun rapi di hadapanku. Namun langkahku terhenti begitu saja ketika melihat dua buah nama dan foto yang sangat familiar untukku.

Aku menutup mulutku menahan jeritanku ketika memastikan jika itu benar benar nama mereka, dan juga foto mereka. Lee Donghae dan Lee Hyukjae. Aku menggeleng keras, ini tidak mungkin, jelas jelas Donghae oppa dan Hyukjae oppa masih bersamaku tadi di kamarku untuk membantuku mendapatkan koreografi untuk nilai akhirku. Tapi kenapa tiba tiba sekarang aku di hadapkan dengan nisan mereka berdua? Air mataku mengalir deras, suaraku tercekat. Aku sama sekali tidak bisa mengatakan apapun sekarang. Aku hanya bisa terduduk menangis di hadapan dua nisan di hadapanku ini.

Air mataku berhenti begitu saja kekita aku merasakan keadaan sekitarku berubah. Ini bukan pemakaman melainkan cafe tempat aku dan kedua oppaku sering menghabiskan waktu. Disana mereka hanya berdua, seperti biasa Hyukjae oppa meminta kunci mobil dari oppaku karena dia selalu beralasan jika oppa ku masih payah dalam hal mengemudi. Itu benar, Donghae oppa memang belum bisa banyak diandalkan dalam hal mengemudi dibanding aku yang memang menjalani kursus.

Mereka terlihat berjalan sambil masih sibuk berdebat siapa yang akan mengemudikan mobil ke dorm kali ini. dari arah yang berlawanan aku melihat mobil besar melaju kencang mengarah ke tempat dimana kedua oppaku itu berdebat. Aku mencoba memanggil mereka sekuat tenagaku, tapi tidak ada hasilnya. Akhirnya semuanya terjadi, aku melihat kedua tubuh itu melayang begitu saja karena tidak bisa menghindari kendaraan besar itu. Aku berteriak kencang lalu menutup mataku erat menolak melihat kejadian itu. Dadaku bergemuruh hebat ketika mendengar jeritan panik disana sini.

Perlahan mataku terbuka ketika merasa di sekelilingku sepi. Aku mengedarkan pandanganku dan mendapati punggung kokoh yang memakai baju kaus berwarna putih sedang tertidur membelakangiku. Memoriku kembali memutar apa yang terjadi hari ini, mulai dari acara penyambutan Heechul oppa yang berakhir dengan aku merengek untuk tidur bersama kakakku. Aku menggerakkan tanganku kearah punggung itu lalu mengusapnya lembut. Aku tersenyum ketika menyadari apa yang aku sentuh ini nyata. Dan akhirnya isakan dan airmata yang aku tahan dari tadi keluar begitu saja tanpa bisa kutahan. Tubuh itu berbalik dan memandang kearahku cemas.

“Kau kenapa sayang? Kau mimpi buruk? Tenanglah, oppa disini, tidak apa apa, itu hanya sebuah mimpi.” Aku melemparkan tubuhku ke dalam pelukan kakak laki lakiku dan memeluknya erat.

“Jangan tinggalkan aku, kumohon. Kalian semua harus baik baik saja, kalian semua akan baik baik saja. kumohon berjanjilah padaku.” Aku tidak tahu apa yang ku katakan sekarang, yang aku tahu hanyalah, aku ingin ia meyakinkanku jika semuanya akan baik baik saja.

“Ya sayang, semuanya akan baik baik saja. Kami akan baik baik saja. Oppa janji.”

THE END

SERIUSSS!!! Aku beneran ngalamin ini mimpi buruk! 3 kali!!!

Udahannya aku nangis gak berhenti sampai tidur lagi.

Hikz hikz..

Semoga mereka baik baik aja, semoga mereka sehat, dan semoga mereka selalu tersenyum.

Amin..

~(HyunNa Couple) Happy Ending [Sequel Hurt 2] ~

Hana POV

Orang yang selama lima tahun ini sengaja aku hindari sekarang hadir kembali dalam hidupku. Ia memintaku kembali, kerumah yang menyimpan semua kenangan buruk tentang kehidupan rumah tangga kami. Aku tidak mau, bukan karena aku membencinya atau belum bisa memaafkannya, aku bahkan sudah memaafkan semua yang ia lakukan padaku sebelum ia meminta maaf itu dariku. Continue reading

~ Me And My Vampire Family~ Part 6^^

 

Part 1

Part 2

Part 3

Part 4

Part 5

 

Hana POV

“Kau? Bukankah kau yang ada di atas bukit tadi?” tanyaku terkejut. Namja ini sangat berbeda, dia terlihat sangat mirip dengan kami tetapi anehnya jantung itu berdetak, dan di dalam tubuhnya aku bisa merasakan darah yang mengalir. Namja itu menatapku tajam seolah olah tidak menyukai kehadiranku disini.

“Appa!!”

“Mwo?? Appa?? You call him appa??” seruku sedikit terkejut. Tentu saja, aku bahkan tidak bisa memikirkan jika Jung Soo oppa ternyata telah menikah dan itu dengan manusia. Continue reading

^^(Lee Family) Mianhae~ (part 3/?)^^

Hana POV

“Ya! Hana-ya! kau mau membawaku kemana malam malam begini huh??” Serunya kesal. Aku berhenti kemudian menatapnya dengan pandangan memohon.

“Aku mohon, temani aku ke dorm Super Junior” gadis yang dari tadi aku seret seret ini hanya memandangku kaget namun aku tidak perduli. Lagi lagi aku menarik tangannya menuju mobilku.

Selama di perjalanan tidak ada sama sekali yang berniat membuka percakapan baik aku ataupun gadis di sebelah ku ini. Aku sibuk merutuki diriku sendiri yang bodoh, sedangkan Diera sibuk sendiri dengan lamunannya. Sesampainya di apartemen itu aku langsung mematikan mesin mobilku lalu berjalan ke tempat member Super Junior tinggal. Continue reading

^^(Lee Family) Give Me Heaven [Sequel Back To My Home] (1/?) [Remake]^^

Aku mendesis jengah ketika melihat berkas berkas kasus yang ada di atas mejaku. Namun aku tidak bisa mengeluh, mengingat aku terpaksa libur selama seminggu karena menjalani pemulihan pasca penangkapan mafia yang mengincar nyawa kakak lelakiku baru baru ini. Dengan pasrah aku duduk di kursi kebanggaan ku lalu mulai memeriksa satu persatu laporan yang di berikan oleh bawahan ku. Sedikit curiga dengan sebuah map, aku menyingkirkan laporan yang lain dan memilih membaca dan mempelajari laporan itu.

Aku segera berdiri kemudian melangkahkan kakiku cepat –sedikit berlari- ke arah lift yang nantinya akan mengantarkanku ke ruangan tempat pusat semua perintah yang ada Continue reading

^^(Lee Family) Don’t make me Worried^^

Aku lagi lagi mendesah kesal ketika membaca postingan akun Instagram dari kakak lelaki tercintaku yang beberapa waktu lalu berada di Hongkong dalam rangka menjalani konser SS5 mereka selama 3 hari. Aku sungguh tidak tahu bagaimananya untuk menasehati oppaku itu agar tidak terlalu memaksakan dirinya dalam bekerja. Jika tidak sanggup kenapa harus bilang sanggup? Ketika sedang sakit kenapa dia harus bilang sehat? Kenapa dia begitu? Kenapa tidak pernah mendengar kan kata kataku sama sekali.

Aku mengambil ponsel putihku lalu menghubungi nomor yang sudah kuhafal di luar kepalaku. Setelah menunggu beberapa saat aku Continue reading